'Tahun Baru' Politisi Gerindra Beberkan Kegagalan Rezim Jokowi
Nailin In Saroh
Jakarta
Ketiga, berjanji akan memuliakan para petani dan tidak akan impor. Kenyatannya, rejim ini kalap impor. Contohnya, impor beras 2 juta ton, impor garam 3,7 juta ton dan impor gula 3,6 juta ton.
"Petani yang berharap mendapatkan harga bagus harus gigit jari. Ternyata yang dimuliakan petani asing," tukasnya.
Menurut Nizar, masih banyak janji politik lainnya yang hingga tahun keempat pemerintahannya gagal terpenuhi. Selain itu, rakyat juga sudah muak dengan gaya pencitraan Jokowi.
"Pencitraan yang mengantarkan Jokowi ke singgasana kekuasaan, dianggap sebagai pengelabuhan dan pembodohan publik. Rakyat sudah sadar. Rakyat ingin perubahan," sebutnya.
Memasuki 2019, dikatakan Nizar, semangat perubahan harus dipompa lebih keras. Karena pada tahun ini ada momentum penting untuk mengganti kepemimpinan nasional. Jika ingin perubahan maka solusinya adalah memenangkan Pilpres 2019.
"Untuk meraih kemenangan, semangat militansi harus terus dipupuk. Karena rejim akan menempuh segala cara untuk mempertahankan kekuasaan. Ini bukan sekedar indikasi, tapi sudah fakta. Kasus tercecernya e-KTP di beberapa tempat, dijualnya blanko e-KTP, dan juga temuan DPT ganda, adalah buktinya," paparnya.
Pilpres 2019 tinggal 3,5 bulan lagi, jika ingin perubahan, Nizar menilai sudah saatnya merapatkan barisan mengawal Prabowo-Sandi menuju kemenangan.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
