Survei PusPek Unair: Elektabilitas Gus Ipul-Puti Unggul dari Khofifah-Emil
Sukma Alam
Surabaya
RILISID, Surabaya — Survei Pusat Kajian Pembangunan dan Pengelolaan Konfilk (Puspek) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga Surabaya merilis surveinya di Pemilihan Gubernur Jawa Timur. Hasilnya, Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Guntur Soekarno unggul dari rivalnya Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak dari tingkat elektabiltas.
"Hasilnya, pasangan Gus Ipul-Puti meraih 47,25 persen, sedangkan pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak 42,25 persen," ujar peneliti asal PusPek Unair Putu Aditya di Surabaya, Rabu (30/5/2018).
Sedangkan, dari sisi popularitas keempat kandidat, baik calon gubernur dan calon wakil gubernur, yaitu Gus Ipul meraih 97,96 persen, Khofifah 90,1 persen, Emil Dardak 85,1 persen serta Puti Guntur, cucu Soekarno 84,5 persen.
Dilihat dari aspek geografis, kata dia, pemilih Gus Ipul-Puti terkonsentrasi di kawasan Arek (Surabaya dan sekitarnya serta Malang Raya), Tapal Kuda (Pasuruan ke arah timur Jatim), dan Mataraman dalam (kawasan barat Jatim).
Kemudian pendukung pasangan Khofifah-Emil banyak berada di Mataraman pesisir (Tuban, Lamongan, Gresik) serta Madura.
"Keunggulan terbesar Gus Ipul-Puti ada di kawasan Tapal Kuda, sedangkan Khofifah-Emil ada di Madura dan Pendalungan," ucap akademisi asal Fisip Unair tersebut.
Survei tersebut berdasarkan perilaku pemilih masyarakat Jatim yang dilaksanakan pada 12-19 Mei 2018. Dengan jumlah responden 800 orang dan tersebar di seluruh wilayah dengan menggunakan metode multistage random sampling dan tingkat kesalahan 2 persen serta tingkat kepercayaan 98 persen.
Pilkada Jatim digelar 27 Juni 2018 untuk memilih Gubernur dan Wakil Gubernur periode 2019-2024 diikuti dua pasangan calon, yakni Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak dengan nomor urut 1, dan Gus Ipul-Puti Guntur Soekarno nomor urut 2.
Pasangan nomor 1 merupakan calon dari koalisi Partai Demokrat, Golkar, PAN, PPP, Hanura dan NasDem, sedangkan pasangan nomor 2 adalah calon dari gabungan PKB, PDI Perjuangan, PKS serta Gerindra.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
