Survei Cyrus Network: Jokowi Merakyat, Prabowo Tegas

lampung@rilis.id

lampung@rilis.id

Bandarlampung

25 Februari 2019 20:12 WIB
Elektoral | Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID
Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID

RILISID, Bandarlampung — Cyrus Network mengeluarkan survei opini publik peta partai politik dan capres-cawapres menjelang pemilu 2019 di Hotel Batiqa Bandarlampung, Senin (25/2/2019).

Menurut mereka, secara nasional capres Jokowi dan Prabowo punya keunikan sendiri. Jokowi mendominasi di Pulau Jawa, sedangkan Prabowo di Sumatera.

Untuk di Lampung, Jokowi dikenal merakyat sementara Prabowo sosok yang tegas.

CEO Cyrus Network, Hasan Nasbi, menerangkan ada 50,9 persen masyarakat Lampung yang mengakui ketegasan Prabowo. Sisanya 38,5 berpendapat sama untuk Jokowi. 

”Sehingga bagi pemilih yang menginginkan dan suka dengan seorang pemimpin tegas, pasti milih Prabowo. Sedangkan yang suka merakyat pasti pilih Jokowi,” tandas Hasan Nasbi.

Dari empat sosok calon presiden dan calon wakil presiden, sosok yang dinilai paling memiliki semangat anak muda adalah Sandiaga Uno yang duet dengan Prabowo. 

Sedangkan sosok yang dinilai paling mewakili umat Islam, yakni KH Ma’ruf Amin yang berpasangan dengan Jokowi.

Mantan jurnalis Kompas itu mengaku, di Lampung hanya sebesar 35,6 persen masyarakat yang terkoneksi dengan media komunikasi sosial. Artinya, mereka inilah yang bisa dijangkau dengan isu-isu, atau berita-berita yang berseliweran di media sosial.

”Berdasar survei kami secara nasional, semakin ke desa kian banyak pemilih Jokowi. Semakin ke kota atau yang lebih banyak mengakses media sosial, lebih besar kekuatan Prabowo,” paparnya.

Hasil survei, di antara pemilih Lampung yang terkoneksi media sosial tersebut, sebanyak 31,3 persen menggunakan aplikasi WhatsApp, Facebook (28,7 persen), Instagram (10,1 persen), Line (4,6%), dan Twitter (2,7 persen).

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: gueade
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya