Soal Kampanye Negatif, TKN: Cuma Habiskan Energi

Default Avatar

Anonymous

Jakarta

17 Oktober 2018 11:25 WIB
Elektoral | Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman.
Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman.

RILISID, Jakarta — Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf tak merasa terganggu dengan gertakan tim kompetitornya yang membolehkan kampanye negatif. Sebaliknya, mereka konsisten untuk melakukan kampanye positif.

Mewakili Tim Direktirat Informasi dan Publikasi TKN Jokowi-Ma'ruf, Dwi Badarmanto menilai, pihaknya memiliki irama tersendiri. Di mana tak mau ikut-ikutan melegalkan kampanye negatif.

"Memang negatif itu boleh, tapi ngapain dan buat apa? Kita berpikir lebih keras untuk melakukan itu," kata Dwi kepada wartawan di kawasan Cikini, Jakarta Pusat pada Selasa (16/10/2018).

Sebisa mungkin, kata dia, TKN Jokowi-Ma'ruf akan bicara pada konteks yang positif. Menurutnya, untuk mengungkap hal positif dari Jokowi saja tidak ada habisnya, jadi untuk apa bicara kampanye negatif.

Apalagi, perhelatan pilpres ini kan masih panjang. Jadi, kalau TKN juga ikut-ikutan melakukan upaya down grade terhadap tim dan pasangan calon lawan, energi untuk ke depannya sudah terkuras di awal-awal.

"Kami tentu melakukan maintanance dari strategi kampanye, terus kami tingkatkan sampai 100 persen nantinya. Pesta demokrasi kan baru akan sedang dimulai, jadi hemat-hemat energi lah," tambah dia.

Kampanye positif yang digaungkannya itu, kata dia, juga bermaksud untuk meminimalisir kesalahan. Jangan sampai ada yang blunder karena pernyataanya sendiri.

Kalaupun ada nantinya yang dinilai salah membuat statemen di media, pasti segera diluruskan. Pihak internal TKN pun solid dalam melihat hal tersebut, dengan saling mengingatkan satu sama lain.

"Kayak masalah RS (Ratna Sarumpaet), kami memang berhati-hati sekali, dan lebih baik menyerahkan hal ini ke pihak penegakan hukum, tak perlu diperpanjang," kata mantan Kadispen TNI AU tersebut.

Peneliti Senior Pusat Penelitian Politik LIPI, Siti Zuhro, mengatakan kelemahan kampanye negatif adalah terjadinya blunder. Karena itu, elite pun harus hati-hati dalam menyampaikan pendapatnya ke publik.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya