Setelah BK, Giliran Pansus Panggil Barlian Mansyur
Anonymous
Bandarlampung
Dalam rapat dengar pendapat, Eddy Rifai selaku tenaga ahli Pansus Money Politics menduga Panwaslu kabupaten dan kecamatan tersebut tidak bekerja dengan baik.
“Ada indikasi di lapangan Panwas ini tidak dengan baik, karena mereka mengaku saat bekerja mereka dananya minim. Saya sampai hanya dibayar Rp500 ribu selama satu bulan, jadi saksi ahli waktu itu, di Pringsewu dan Pesawaran,” paparnya.
Eddy menilai keluhan Panwaslu kabupaten dan kecamatan tersebut tidak sebanding dengan kucuran dana pengawasan yang mencapai ratusan miliar rupiah.
“Mengeluhkan minimnya anggaran, padahal ini saya setelah tahu di sini di pansus ini bahwa anggaran Bawaslu itu miliaran, jadi kayak enggak masuk akal,” herannya.
Tak hanya itu, masih kata Eddy, kepolisian juga mengaku anggaran pengawasan Pilgub Lampung sangat minim.
“Teman saya yang polisi waktu pas saya jadi ahli itu, ngakunya juga minim, begitupun Gakkumdu, mereka mengaku bahwa dana itu minim. Apakah dana itu tidak disalurkan Bawaslu ke bawah, BPK RI itu harusnya menindaklanjuti,” tandasnya. (*)
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
