Safari Politik ke Jatim, Ini Rangkaian Kegiatan Prabowo-Sandiaga
Zulhamdi Yahmin
Surabaya
RILISID, Surabaya — Pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, akan menggelar safari politik pada sejumlah daerah di Jawa Timur.
Kunjungan yang akan dilaksanakan pada Minggu-Senin, 21-22 Oktober 2018 itu, akan diisi dengan berbagai rangkaian acara yang dimulai dari Sandiaga terlebih dahulu.
Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu akan berkunjung pada Minggu siang diawali ke makam Gombloh, penyanyi legendaris asal Surabaya di TPU Tembok.
Sandiaga kemudian dijadwalkan menyapa pedagang pasar di Pusat Grosir Surabaya (PGS), lalu menuju tempat wisata air panas di Pacet, Mojokerto pada sore harinya, dan ditutup pertemuan dengan petani bawang di Desa Sajen Mojokerto.
Kemudian pada Senin pagi, dijadwalkan Prabowo dan Sandiaga mengikuti amanah Resolusi Jihad dari pengasuh Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang, apel santri dan napak tilas Resolusi Jihad serta konvoi jip.
Setelah itu, keduanya berziarah ke makam KH Bisri Syansuri di Denanyar Jombang, dilanjutkan ziarah ke makam KH Wahab Hisbulloh, di Tambakberas, Jombang.
Di hari yang sama, Prabowo dan Sandiaga dijadwalkan berada di Alun-alun Mojoagung, warga Jombang menyambut konvoi jip Sandiaga Uno dan peserta napak tilas Resolusi Jihad, termasuk warga Mojokerto yang menyambut di Pasar Brangkal, dan berlanjut Pasar Krian Sidoarjo.
Lalu, finis napak tilas resolusi jihad pada pukul 16.30 WIB di Tugu Pahlawan Surabaya, dan safari politik diakhiri kehadiran Sandiaga Uno di Forum Jamaah Surabaya yang digelar di Gedung Barunawati Surabaya pada Senin malamnya.
Ketua Bidang Penggalangan dan Relawan Badan Pemenangan Provinsi Jawa Timur, Hendro T Subiyantoro, mengatakan, Sandiaga memang dijadwalkan datang terlebih dahulu ke Jawa Timur pada Minggu. Kemudian, Prabowo menyusul pada hari Senin.
"Mas Sandiaga Uno akan datang lebih dulu pada Minggu, kemudian disusul Pak Prabowo pada Senin," katanya kepada wartawan, Sabtu (20/10/2018).
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
