Rakernas Batal, Ini Sinyal Zulhas Merapat ke Jokowi
Anonymous
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai Amanat Nasional (PAN) dalam menetapkan koalisi capres-cawapres berpotensi batal. Ini terjadi setelah ekskalasi politik mendesak partai besutan Amien Rais itu, harus mempertimbangkan kekuatan elektoral capres maupun cawapres.
”Ya termasuk peluang ketua umum kami Zulkifli Hasan (Zulhas). Yang sebelumnya diputuskan dalam Rakernas III Bandung. Pokoknya lihat saja besok (9/8/2018) PAN akan beri kejutan,” ujar Sekeretaris DPW PAN Lampung Iswan A. Caya, di ruang kerjanya, Rabu (8/8/2018).
Besarnya peluang poros ketiga, lanjut Iswan, menjadi salah satu kredit poin dalam merepresentasikan kepentingan umat. Modal ini yang selalu dibawa untuk bisa menyatukan PAN, PKS dan PKB.
”Lho PAN kan tidak sendiri. Masih ada PKB dan PKS. Jadi peluang itu pun sangat terbuka. Sampai hari ini pun, kita saling intip. Siapa yang akan diputuskan di kubu Prabowo maupun Jokowi,” paparnya, diamini Ketua DPW PAN Lampung Irfan Nuranda Djafar.
Faktor cawapres, sambung politisi senior ini, menjadi pertimbangan khusus dalam mengangkat elektoral Jokowi maupun Prabowo. Dan inilah menjadi pintu masuk PAN ke dua kubu.
”Sayup-sayup yang saya dengar saat di Jakarta, kelompok Nahdiyin yang diwakili 92 ulama NU, mendesak salah satu tokohnya sebagai cawapres Jokowi. Artinya ini belum bulat dan berpotensi pecah,” terangnya.
Iswan pun memastikan Rakernas sulit digelar. Ini terdorong deadline pendaftaran Capres-Cawapres, yang harus didaftarkan ke KPU Jumat (10/8/2018).
”Last minute memang mendebarkan. Kita tunggu saja, kejutan-kejutan itu. Kami di daerah, Samina Watona. Semua kami serahkan pada Bang Zul,” imbuh Iswan.
Sementara Sekretaris DPW Partai NasDem Lampung, Fauzan Sibron sangat berharap siapa pun pendamping Jokowi, mampu membawa kemenangan untuk bangsa. Sehingga program-program pro rakyat, kembali diwujudkan.
”Keputusan kita kembalikan kepada beliau (Jokowi) siapa cawapresnya. NasDem meyakini, ini representasi bangsa, seperti yang sempat disampaikan ketum kami, Surya Paloh,” singkatnya.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
