Prabowo-Sandiaga Harus Berani Koreksi Kebijakan Jokowi
Anonymous
Jakarta
RILISID, Jakarta — Anggota DPD RI, Fahira Idris, mendapat pesan kuat begitu besarnya keinginan rakyat untuk mengganti tampuk kepemimpinan nasional secara konstitusional pada Pemilu 2019 mendatang.
Pesan ini, kata dia, harus bisa dijaga oleh pasangan Prabowo-Sandi dengan memformulasikan program dan janji kerja mereka. Di mana harus benar-benar menyentuh masyarakat.
"Gerakan 2019 ganti Presiden harus "dibalas" Prabowo-Sandi dengan berani mengoreksi dan merubah total kebijakan dan program Pemerintahan Jokowi selama empat tahun belakangan ini," ujar Fahira Idris di Jakarta pada Senin (13/8/2018).
Fahira mengungkapkan, jika ingin memenangkan hati sebagian besar rakyat Indonesia, Prabowo-Sandi harus berani menjadi antitesa berbagai kebijakan Jokowi selama ini.
Terutama, dalam pengelolaan ekonomi bangsa yang semakin tidak menentu, karena melahirkan berbagai ketimpangan atau kesenjangan.
"Kebijakan menjadikan pembangunan infrastruktur sebagai segala-galanya harus dikoreksi total oleh Prabowo-Sandi, dengan menjadikan pembangunan manusia sebagai 'panglima'," ujarnya.
Tidak hanya itu, berbagai kebijakan mulai dari utang negara, pengelolaan kekayaan negara, soal tenaga kerja asing dan susahnya lapangan pekerjaan, harus ditanggapi serius Prabowo-Sandiaga.
Pengelolaan konflik sosial yang selama empat tahun terakhir ini dianggap gagal juga harus dicari formulasi solusinya.
"Prabowo-Sandi harus berani mengoreksi total berbagai kebijakan yang selama ini menyulitkan rakyat dan menjadi biang kegaduhan di negeri ini," ujar dia.
"Tawarkan program nyata yang menyentuh persoalan serta janji kerja yang rasional serta solutif. Selama empat tahun ini rakyat sudah cukup lelah melihat banyak janji-janji yang tidak ditepati," pungkas Fahira.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
