Prabowo Mulai Redup, Anies-Gatot Pengin Diusung untuk Pilpres

Nailin In Saroh

Nailin In Saroh

Jakarta

13 Juli 2018 09:45 WIB
Elektoral | Rilis ID
Mantan Panglima TNI, Gatot Nurmantyo dan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. FOTO: RILIS.ID
Rilis ID
Mantan Panglima TNI, Gatot Nurmantyo dan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. FOTO: RILIS.ID

RILISID, Jakarta — Partai Amanat Nasional (PAN) mendorong agar Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto, bersedia legowo bila tak ikut dalam kontestasi Pilpres 2019 nanti.

Meski begitu Ketua DPP PAN, Yandri Susanto, menyatakan parpolnya akan tetap berkoalisi dengan Gerindra ke depannya. Namun, pihaknya mengusung adanya duet Anies Baswedan - Gantot Nurmantyo.

"Daripada pusing-pusing, sudah lah saya serahkan Anies atau Gatot saja," ujar Yandri di Jakarta, Jumat (13/7/2018).

Berbeda dengan kubu Jokowi yang sudah mengantungi nama-nama Cawapres. Di koalisi Prabowo ini, siapa capres dan cawapresnya belum juga diputuskan.

Karena itu, menurut Yandri, sebaiknya Prabowo menjadi king maker saja. Tapi, untuk pengambilan keputusan, PAN menyerahkan hal tersebut kepada Prabowo.

"Misalkan saya serahkan pada Anies atau Gatot, ya mungkin itu lebih memudahkan juga untuk berkomunkasi dengan partai-partai lain di luar Gerindra," pungkasnya.

Peneliti muda di Pusat Studi Politik dan Keamanan, Universitas Padjadjaran Bandung, Nanang Suryana, mengatakan parpol koalisi Prabowo sebetulnya mempertimbangkan kandidat lain yang bisa diusung selain Prabowo Subianto, termasuk PKS.

Alasannya, kata Nanang, PKS menyadari bahwa publik sudah mulai jenuh dengan Prabowo. Hal itu terlihat dari survei elektabilitas mantan Danjen Kopassus itu yang tak juga mengalami kenaikan yang signifikan.

"Memaksakan beliau menjadi kandidat penantang petahana secara elektoral, akan terperangkap pada titik jenuhnya," kata Nanang.

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Unknown
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya