Prabowo Ketemua SBY Rabu Mendatang

Zulhamdi Yahmin

Zulhamdi Yahmin

Jakarta

22 Juli 2018 19:20 WIB
Elektoral | Rilis ID
Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat (PD) Ferdinand Hutahaean. FOTO: Istimewa.
Rilis ID
Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat (PD) Ferdinand Hutahaean. FOTO: Istimewa.

RILISID, Jakarta — Kepala Divisi Advokasi dan Hukum DPP Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaen, mengatakan pimpinan Demokrat dan Gerindra akan menggelar pertemuan pendahuluan pada Senin, 23 Juli besok untuk menyusun agenda dan poin-poin yang akan disepakati.

Pertemuan tersebut dilakukan sebelum adanya Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ketum Gerindra Prabowo Subianto melangsungkan tatap muka.

"Pertemuan pendahuluan itu akan membahas terkait dengan kemungkinan koalisi kedua partai tersebut, dan mempersiapkan format koalisi," kata Ferdinand pada Minggu (22/7/2018).

Namun, Ferdinand enggan menjelaskan lebih perinci poin-poin yang dibahas dalam pertemuan pendahuluan besok.

"Ya, ini justru membahas koalisi dan formatnya. Namun, saya belum bisa dibuka perinciannya karena rahasia 'dapur'," ujarnya.

Ferdinand mengatakan bahwa Demokrat mengutus tiga orang dalam pertemuan pendahuluan tersebut, yaitu Ketua Dewan Kehormatan Demokrat Amir Syamsuddin, Sekjen Demokrat Hinca Panjaitan, dan Wakil Ketua Umum DPP Demokrat Syarief Hasan.

Menurut dia, rencana pertemuan SBY dan Prabowo akan berlangsung pada hari Rabu, 24 Juli mendatang di kediaman SBY kawasan Mega Kuningan, Jakarta.

Sebelumnya, pengamat politik dari Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi (Sigma), Said Salahudin, mengatakan Prabowo Subianto harus berhati-hati dalam menentukan figur cawapresnya, bila ingin menang atas Joko Widodo dalam Pilpres 2019.

"Jangan hanya karena berharap PKS, PAN, dan atau Demokrat menjadi teman koalisi, lalu terjebak pada opsi cawapres harus dari salah satu parpol itu," kata Said.

Menurut peneliti muda di Pusat Studi Politik dan Keamanan, Universitas Padjadjaran Bandung, Nanang Suryana, Prabowo memang tenga melakukan gerilya politik.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Unknown
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya