Pilihan DPD Jatim ke Jokowi Harus Jadi Perhatian Demokrat

Zulhamdi Yahmin

Zulhamdi Yahmin

Jakarta

23 Juli 2018 22:50 WIB
Elektoral | Rilis ID
Ketum Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). FOTO: RILIS.ID
Rilis ID
Ketum Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). FOTO: RILIS.ID

RILISID, Jakarta — Pengamat Komunikasi Politik dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Suko Widodo, mengatakan, pilihan DPD Demokrat Jawa Timur yang mendukung Joko Widodo di Pilpres 2019 harus menjadi perhatian di tingkat pusat.

Pasalnya, kata dia, pilihan dari para pengurus Demokrat di Jatim itu merupakan pesan penting. Ada keinginan agar DPP Demokrat juga mendukung sang petahana ini.

"Saya kira itu pesan penting yang harus jadi perhatian khusus pihak DPP," kata Suko Widodo kepada rilis.id, Senin (23/7/2018).

Suko menyebut, Provinsi Jawa Timur memiliki basis massa Demokrat yang kuat. Sehingga, hal itu harus menjadi pertimbangan bagi pimpinan partai tersebut di tingkat pusat.

"Selain itu, pilihan terhadap Jokowi adalah sesuatu yang logis dan realistis," ujarnya.

DPD Demokrat Jatim, ungkap Sukowi, memilih untuk mendukung Jokowi karena melihat konstelasi politik di provinsi tersebut.

Apalagi, Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim terpilih, Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak telah menyatakan dukungan juga kepada Jokowi.

Sebelumnya, DPD Partai Demokrat Jawa Timur memilih Joko Widodo sebagai calon Presiden RI pada Pemilihan Presiden 2019 melalui pemungutan suara di sela Rakorda. 

Proses pemungutan suara terbuka diikuti seluruh anggota Fraksi Demokrat di DPRD, baik tingkat kabupaten/kota maupun provinsi, 38 Ketua DPC, dan 5 perwakilan DPD. 

Dari dua pilihan calon, yakni Joko Widodo dan Prabowo Subianto, hasilnya diketahui 152 suara untuk Jokowi, kemudian 56 suara untuk Prabowo dan enam suara dinyatakan tidak sah.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Unknown
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya