Pertemuan Kiai Ma'ruf dan Buya Syafii Diharapkan Persatukan Umat Islam
Anonymous
Jakarta
RILISID, Jakarta — Pertemuan cawapres nomor urut 01, Ma'ruf Amin, dengan mantan Ketua Pengurus Pusat Muhammadiyah Syafii Maarif di Yogyakarta kemarin mendapat apresiasi dari banyak pihak.
Hal ini diharapkan dapat memersatukan umat Islam di seluruh nusantara tanpa harus menyikapi perbedaan pandangan, baik atas nama NU atau Muhammadiyah.
"Saya mengapresiasi pertemuan kedua tokoh bangsa dari dua ormas besar yang mana punya peranan dalam menjaga keutuhan NKRI dan ideologi Pancasila," kata politisi PKB yang juga masuk dalam Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Maman Imanulhaq, pada Selasa (16/10/2018).
Ia berharap, langkah-langkah kedua tokoh ini juga diikuti berbagai kalangan di bawahnya. Yakni, dalam mengedepankan ukhuwah dan menjaga persatuan serta kesatuan.
"Boleh berbeda pilihan dan pandangan, tapi tidak saling membenci dan menghujat," ujar dia.
Terkait dengan kemungkinan adanya dukungan dari simpatisan dan kader Muhammadiyah kepada pasangan Jokowi-Ma'ruf, ia mengakui hal ini memang sudah terlihat. Di mana ada dukungan dari komponen Muhammadiyah yang memberikan dukungannya ke pasangan nomor urut 01.
Hal ini pernah disampaikan aktivisi muda Muhammadiyah pada 8 Oktober lalu di Jakarta. Mereka menyatakan dukungannya kepada Jokowi-Ma'ruf dalam Pilpres 2019.
Perwakilan aktivis muda Muhammadiyah, Khoirul Muttaqin, menyatakan pihaknya cukup puas atas hasil kinerja Pemerintahan Jokowi selama 4 tahun terakhir ini. Khususnya, dalam mewujudkan pembangunan infrastruktur di Indonesia.
"Karena itu, kami sepakat memberikan dukungan untuk kemenangan Jokowi-Ma'ruf pada pilpres," ujar dia.
Sebelumnya, Ma'ruf Amin mendatangi kediaman Syafii di Yogyakarta pada Senin, 15 Oktober kemarin. Kedatangannya untuk bersilaturahim, sekaligus meminta saran terkait bagaimana mengelola negara nantinya bila ia bersama Jokowi terpilih pada Pilpres 2019.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
