'Perang' Medsos Bakal Seru di Pemilu 2019 Nanti

Budi Prasetyo

Budi Prasetyo

Surabaya

20 Juli 2018 22:30 WIB
Elektoral | Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza.
Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza.

RILISID, Surabaya — Pengamat politik dari Universitas Trunojoyo Madura, Surokim Abdussalam, memprediksi media sosial (medsos) akan menjaga medan perang terbuka dalam Pilpres dan Pileg 2019 mendatang.

Dikhawatirkan, campur tangan dari asing lewat media sosial akan membuat konflik semakin tajam.

"Peluang intelijen asing beroperasi main lewat medsos besar. Jika, kita enggak hati-hati potensial hasil pemilu bisa keras konfliknya," katanya saat dihubungi wartawan di Surabaya pada Jumat (20/7/2018).

Surokim menjelaskan, peluang menjadikan akun medsos untuk media buzers dalam pileg dan pilpres memang terbuka.

Pasalnya, salah satu cara medsos merupakan salah satu cara untuk menaikkan elektabilitas.

"Akun-akun palsu sekarang bisa jadi senjata pembunuh karakter yang efektik bisa mempengarui hasil elektoral yang signifikan," katanya.

Surokim khawatir, kalau tidak diantisipasi, medsos akan menjadi sumber konflik yang dapat memecah belah antarpendukung.

"Mereka bisa memainkan isu isu mencekam dgn nalar fanatis buta untuk menyasar kelompok rentan yang mudah bisa diprovokasi hingga terbelah jadi kelompok haters dan lovers," pungkasnya. 

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Unknown
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya