Pengamat: 'The Power of Silaturahmi' Cocok untuk Kampanye Prabowo dan Sandi

Budi Prasetyo

Budi Prasetyo

Surabaya

18 Oktober 2018 08:07 WIB
Elektoral | Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman
Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman

RILISID, Surabaya — Pengamat politik dari Univeritas Trunojoyo Madura Surokim Abdussalam menilai, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sebaiknya melakukan gerilya politik di grassroot untuk mengimbangi Joko Widodo-Maruf Amin yang unggul pemberitaan. Dengan rajin turun ke masyarakat, maka gerilya politik itu akan lebih efektif untuk mendulang suara.

"Karena kalah di kampanye udara, saya kira pilihan kampanye silaturahmi dan strategi gerilya darat akan lebih efektif bagi penantang," kata pengamat politik, Surokim Abdussalam pada Rabu (16/10/2018).

Menurut Surokim, tim Prabowo-Sandi saat ini ingin mencoba jalan lain yang lebih efektif dalam kampanye dengan mendasarkan pada pengalaman dua kali maju Pilpres.

“Dengan fokus pada strategi darat, maka the power of silaturahim yang mengandalkan pertemuan langsung dan turba ke kelompok swing voters tentu akan berdampak positif,” tambahnya.

Surokim menyarankan agar Prabowo-Sandi membangun narasi kampanye yang lebih membumi. Agar langkah menarik swing voters bisa lebih efektif.

“ Situasi memang agak berat bagi penantang jika tidak ada strategi penawaran narasi yang lebih membumi dalam kampanye dan ditambah faktor kalah panggung di media serta adanya blunder timses saya pikir perlu strategi yang berbeda," pungkasnya.

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Elvi R
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya