Peneliti Litbang Kompas: Jokowi Pegang Kemenangan Elektoral di Pilkada 2018
Anonymous
Jakarta
RILISID, Jakarta — Peneliti litbang Kompas Yohan Wahyu memandang Joko Widodo (Jokowi) memegang kemenangan elektoral di Pilkada Serentak 2018 kemarin. Ini mengingat sebagian besar pemenang calon kepala daerah merupakan orang dekat Jokowi. Adapun seperti suara di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
"Faksi Jokowi ada kemenangan elektoral. Di survei kita pun terbaca siapa yang memilih Khofifah atau Gus Ipul itu sebagian besar akan memilih Jokowi karena terlihat dua pasangan ini terafisiliasi ke Jokowi. Ganjar juga begitu 60 persen akan terafisiliasi ke Jokowi," katanya di Jakarta, Sabtu (30/6/2018).
Namun, suara berbeda di Jawa Barat. Menurutnya pemilih Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum akan terbelah untuk mendukung Jokowi dan Prabowo.
"Yang beda di Jabar, itu terbelah pemilih RK akan terbelah ke Prabowo dan Jokowi jadi kemenangan elektral akan dimenangkan oleh Jokowi," paparnya.
Namun begitu Ia pun menilai, jargon ganti Presiden bisa dikatakan berhasil. Pasalnya, dengan suara di pilkada ini menjadi acuan untuk mesin partai politik melawan Jokowi.
"Kalo untuk yang ingin ganti Presiden, mereka melakukan kemenangan dalam memanaskan mesin parpol untuk melawan petahana," paparnya.
Sementara itu, Ketua Umum Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia, Philip J Vermonte menyampaikan serupa. Ia menilai Jokowi akan diuntungkan mengacu pada hasil pilkada serentak kemarin.
"Yang banyak orang liat perspektif pemilih karena semua orang fokus pada pilpres. Pak jokowi hasilnya diuntungkan. Tapi dari sisi partai PDIP alami penurunan," tuturnya
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
