Pansus Money Politics Menguat, Ini Fraksi Pendukung

lampung@rilis.id

lampung@rilis.id

Bandarlampung

2 Juli 2018 13:09 WIB
Elektoral | Rilis ID
Ketua Fraksi PDIP DPRD Lampung, Watoni Noerdin, saat rapat fraksi membahas pansus money politics. FOTO: RILISLAMPUNG.ID/ Taufik Rohman 
Rilis ID
Ketua Fraksi PDIP DPRD Lampung, Watoni Noerdin, saat rapat fraksi membahas pansus money politics. FOTO: RILISLAMPUNG.ID/ Taufik Rohman 

RILISID, Bandarlampung — Pembentukan panitia khusus (pansus) money politics atau politik uang mulai terang. Senin (2/7/2018), empat fraksi di DPRD Lampung menggelar rapat di ruangannya masing-masing untuk memantapkan hal itu. Masing-masing Fraksi PDIP, Gerindra, Partai Demokrat, dan NasDem.

Ketua Fraksi PDIP DPRD Lampung, Watoni Noerdin, membenarkan, rapat membahas pembentukan pansus politik uang. 

"Artinya kita akan melihat lembaga DPRD bersikap sejauhmana terkait persoalan ini," tandas Watoni di ruang Fraksi PDIP. 

Menurutnya permasalahan tersebut harus disikapi dengan tegas. Pasalnya, money politics adalah bentuk kejahatan.

Komunikasi dengan partai lain pun sudah dilakukan. Dan, hampir semua fraksi mendukung dibentuknya pansus. 

"Karena Lampung sudah darurat money politics. Sekarang pembahasan sudah di tingkat pimpinan," tandasnya. 

Ketua Fraksi Nasdem, Fauzan Sibron, menyatakan partainya sepenuhnya mendukung dan mengawal proses ini sampai selesai. 

"Insyaallah kita sudah tandatangani pansus ini. Mudah-mudahan dalam waktu dekat dijadwalkan di badan musyawarah (banmus) dan diparipurnakan. Ini bukan menang atau kalah. Tapi kita lihat money politics ini sudah terstruktur, sistematis, dan masif (TSM)," tandasnya. 

Menurutnya, politik uang sangat menciderai pilkada di Lampung dan sudah merendahkan martabat provinsi ini. 

Fraksi NasDem akan mengirimkan satu orang perwakilan untuk duduk di pansus.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Gueade
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya