Tok! Pansus Money Politics Dibentuk, Paripurna Kamis

lampung@rilis.id

lampung@rilis.id

Bandarlampung

2 Juli 2018 21:12 WIB
Elektoral | Rilis ID
ILUSTRASI: RILISLAMPUNG.ID/Sulis Wanto
Rilis ID
ILUSTRASI: RILISLAMPUNG.ID/Sulis Wanto

RILISID, Bandarlampung — Fraksi Golkar dan PKB walk out (WO) saat rapat Banmus pembentukan panitia khusus (Pansus) money politics Pilgub Lampung, pada Senin (2/7/2018) sore. Sementara PAN memilih absen.

“Saya tidak menyetujui dibentuk Pansus karena persoalan pilkada sudah selesai, dan kalau ada dugaan yang dimaksud mereka, biarlah Bawaslu bekerja dulu, kita harus percaya terhadap lembaga yang memang secara Undang-undang menjadi tugas Bawaslu dan Gakkumdu,” jelas Wakil ketua DPRD Lampung Ismet Roni kepada rilislampung.id, Senin (2/7/2018).

Politisi Golkar ini mempertanyakan tujuan dibentuknya Pansus dugaan money politics Pilgub Lampung.

“Dibentuk tugasnya untuk mau apa, kalau fungsi pengawasan kan ada komisi I yang memang membidangi. Jadi tidak perlu harus dibentuk pansus,” tegasnya.

Menurut Ismet, pada saat rakor beberapa hari lalu di DPRD bersama stakeholder terkait sudah dijelaskan semuanya. Dan saat ini tinggal menunggu hasilnya.

“Tadi makanya bersama dengan fraksi PKB dan PAN tidak ikut (Absen). Kalaupun fraksi yang lainnya seperti Gerindra, Demokrat dan PDIP tetap meneruskan, ya kita lihat saja nanti di paripurna,” ungkapnya.

Meski berjalan alot, Ketua DPRD Lampung Dedi Afrizal menegaskan bahwa pansus money politics sudah dibentuk dan akan diparipurnakan pada Kamis (5/7/2018).

“Pembahasan di Banmus tadi agak alot, tapi tetap pansus dibentuk. Nanti paripurna dijadwalkan pada hari Kamis,” ujarnya. (*)

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Segan Simanjuntak
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya