Pansus Money Politics Dibayangi Uang Mundur
Anonymous
Bandarlampung
”Itu yang bagi saya, sebuah tanda tanya besar. Karena di sini dibutuhkan dua pihak. Pihak Arinal dan yang kalah. Itu akan ada adu strategi,” beber Tisnanta.
Ditambahkan Tisnanta, pansus suatu proses politik, yang secara jelas terjadi tarik-menarik kepentingan di dalamnya. Besar kemungkinan, di tubuh pansus itu sendiri dibayangi ”uang mundur” untuk meredam tujuan awal.
”Jika penyelesaiannya adalah uang mundur, maka nilai etiknya atau aspek etika politiknya tambah rusak,” tegasnya.
Kesepakatan dalam sebuah proses politik tidak diharamkan, tapi tidak dengan uang mundur. Ia memastikan hal itu tidak boleh karena semakin merusak demokrasi di Lampung.
”Yang rusak bukan saja korporasi tapi anggota DPRD juga rusak. Misalkan keluar bahasa wani piro, maka demokrasi di Lampung tambah rusak, apalagi kalau sampai terjadi permintaan uang mundur," ujarnya. (*)
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
