PPP: Peran Ma'ruf Amin Pertahankan Pemilih Muslim 

Nailin In Saroh

Nailin In Saroh

Jakarta

17 Januari 2019 17:53 WIB
Elektoral | Rilis ID
Rilis ID

RILISID, Jakarta — Wasekjen PPP Achmad Baidowi membantah anggapan bahwa keberadaan Maruf Amin sebagai Cawapres Jokowi tidak membuat dampak elektoral yang positif terhadap petahana. Justru menurutnya, keberadaan Maruf Amin untuk mempertahankan pemilih muslim agar tak lari dari Jokowi.

"Itu kalau ditanya faktor elektoralnya. Tapi tidak ditanyakan faktor Maruf di pemilih muslim. Artinya kehadiran Ma'ruf bukan sebatas dimaknai untuk kenaikkan elektabilitas, tapi juga harus dilihat perannya mempertahankan pemilih muslim di Pak Jokowi," ujar Baidowi saat dihubungi wartawan di Jakarta, Kamis (17/1/2019).

Baidowi menilai, keberadaan Ma'ruf Amin dapat menepis isu SARA yang dapat dimainkan oleh kubu lawan terhadap sosok Jokowi.

"Karena kalau bukan dengan Ma'ruf Amin maka isu SARA dan tudingan anti ulama dan anti Islam akan terus dimainkan. Namun dengan kehadiran Ma'ruf, tudingan-tudingan tersebut bisa terbantahkan. Sehingga efeknya elektabilitas Jokowi tetap di atas 50 persen," katanya.

Sebelumnya, PARA Syndicate menganalisis 12 hasil survei dari beberapa lembaga survei terkait elektabilitas pasangan calon presiden dan calon wakil presiden, selama periode Agustus hingga November 2018.

Direktur Eksekutif PARA Syndicate Ari Nurcahyo mengatakan, setelah mereka menarik regresi linear dari data-data 12 hasil survei tersebut, tren elektabilitas pasangan calon presiden dan calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin, menunjukkan penurunan.

"Secara umum pergerakan elektabilitas Jokowi-Ma'ruf dari bulan Agustus sampai November itu trennya turun," kata Ari.

Ari juga memaparkan, hingga saat ini belum terlihat pembagian peran antara Jokowi dan Ma'ruf Amin. Hal ini membuat pasangan tersebut tidak terlihat saling melengkapi.

"Figur cawapres Ma'ruf Amin belum memberikan efek elektoral. Faktor-faktor ini yang membuat elektabilitas Jokowi-Ma'ruf cenderung menurun," katanya.

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Sukma Alam
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya