PKS dan PDIP Adu Strategi, Canggih Mana?
Anonymous
Bandung
RILISID, Bandung — Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat, Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik), mengincar kemenangan pada waktu-waktu akhir atau injury time.
Ketua Tim Pemenangan Pasangan "Asyik", Haru Suandharu, mengatakan hasil beberapa survei, masyarakat itu menentukan pilihannya itu terbagi dalam empat fase. Yakni, kampanye, seminggu sebelum pemilihan, lalu masa tenang dan hari H.
"Yang bahaya tuh kan goal pada masa injury time. Kami incar itu," Haru Suandharu saat dihubungi wartawan, Selasa (29/5/2018) malam.
Haru menuturkan, partainya yakni PKS, selama ini sudah biasa tidak menjadi unggulan dalam mengusung calon kepala daerah. Namun, para kompetitornya kerap mengawasi pergerakan kader dan strategi pemenangan yang dipakai dalam pesta demokrasi.
Indikatornya, kata dia, dalam setiap hasil lembaga survei, pasangan calon kepala daerah yang diusung oleh PKS jarang berada di posisi teratas.
Seperti survei terbaru Pilgub Jabar dari Litbang Kompas yang dilakukan tanggal 10-15 Mei 2018, Pasangan "Asyik" berada pada posisi ketiga dengan tingkat elektabilitas 11,4 persen.
"Kami memang enggak pernah nomor satu. Enggak dianggap, yang diunggulkan itu pasangan lain. Ya, enggak apa-apa lah, mending begitu, tapi nanti menang," katanya.
Diakuinya, tim di tingkat provinsi, kabupaten/kota hingga desa saat ini sudah tancap gas untuk memenangkan Pasangan Asyik. Pun para pesaingnya merasakan potensi dan kekuatan besar yang dimiliki PKS serta koalisi parpol.
Dia memberikan bocoran bahwa Pasangan Asyik sudah didukung oleh 14 ormas Islam dan mereka sudah menggaransi akan jalan tanpa paksaan menyosialisasikan Pasangan Asyik.
Strategi Khusus
PDI Perjuangan sebagai partai pengusung pasangan Cagub dan Cawagub, Tb Hasanudin-Anton Charliyan (Hasanah), pun menyiapkan strategi khusus untuk menang di Pilgub Jabar.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
