PKS Gelar Sidang Istimewa Bahas Pilpres

Nailin In Saroh

Nailin In Saroh

Jakarta

7 Agustus 2018 19:25 WIB
Elektoral | Rilis ID
Ketua Dewan Majelis Syuro PKS, Hidayat Nur Wahid. FOTO: RILIS.ID
Rilis ID
Ketua Dewan Majelis Syuro PKS, Hidayat Nur Wahid. FOTO: RILIS.ID

RILISID, Jakarta — Dewan Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menggelar sidang istimewa membahas pilpres 2019 di Kantor DPP PKS, Jalan TB Simatupang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (7/8/2018). 

"Ini adalah forum tertinggi di partai. Majelis ini berisi 99 perwakilan daerah dan unsur penting lain dari partai," kata anggota Majelis Syuro PKS Aboe Bakar Alhabsyi di Jakarta.

Sidang kali ini, tambah dia, akan memutuskan persoalan strategis terkait dengan pencapresan. Dan, merupakan tindak lanjut dari sidang sebelumnya yang mana mengusulkan sembilan nama kader PKS yang akan diusung dalam Pilpres 2019.

Hal ini, kata dia, sekaligus penyesuaian PKS dengan berbagai dinamika perkembangan politik. "Digelar sidang Majelis Syuro kali ini, agar sikap politik PKS berkesesuaian dengan perkembangan terakhir," jelasnya 

Selain itu, kata dia, poin paling penting dalam pertimbangan pencapresan, yakni hasil dari ijtimak ulama. Di mana memunculkan nama Ketua Majelis Syuro Salim Segaf Al Jufri. Usulan tersebut dianggap sebagai amanah rakyat.

"PKS memiliki komitmen untuk mengawal dan memperjuangan rekomendasi dari para ulama se-Indonesia tersebut," tukasnya.

Sebelumnya, PKS telah menyiapkan sejumlah opsi-opsi lain apabila sejumlah kadernya gagal menjadi bakal cawapres Prabowo di pilpres nanti.

Ketua Fraksi PKS DPRD Sulsel, Ariyadi Arsal, menyatakan opsi pertama itu, pihaknya tetap mendorong PKS dampingi Prabowo tetap pada prinsip ganti presiden, mengingat PKS dan Gerindra selama ini solid di parlemen.

Selanjutnya, opsi kedua apabila Prabowo membatalkan maju menjadi bakal calon presiden, maka koalisi tetap berjalan siapa pun yang akan diusung nanti dalam koalisi bersama.

"Opsi ketiga, jika sekiranya Prabowo tidak mengambil kader PKS hingga akhir masa pendaftaran 10 Agustus, kemungkinan PKS akan melakukan negosiasi dengan partai lain membentuk poros baru, melihat dinamika politik yang terus berkembang," tutupnya.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Unknown
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya