PAN Tak Lagi 'Ngotot' Usulkan Cawapres

Nailin In Saroh

Nailin In Saroh

Jakarta

7 Agustus 2018 17:30 WIB
Elektoral | Rilis ID
Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan. FOTO: RILIS.ID
Rilis ID
Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan. FOTO: RILIS.ID

RILISID, Jakarta — Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan, mengatakan partainya tidak lagi ngotot untuk memaksakan diri mengusulkan calon wakil presiden 2019.

Dikhawatirkan jika kader PAN tetap ngotot dipilih sebagai cawapres, malah akan terjadi tarik menarik kepentingan antar parpol koalisi. Pihaknya justru menyarankan agar cawapres ini dari luar parpol, baik untuk Jokowi maupun Prabowo.

"Mungkin jalan tengah dicari yang bisa memperkuat kandidat tapi tidak berparpol," ujar Zulkifli di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/8/2018).

Namun, dirinya juga belum memastikan soal arah sikap PAN. Apakah akan mendukung Prabowo atau Jokowi. Sebab, keputusan akan baru ditentukan usai rapat kerja nasional (Rakernas) PAN.

"Itu ya harus dipastikan jangan sampai nanti kita putuskan, tapi begitu waktunya malah berbeda. Kan Rakernas lagi. Jadi, ini harus solid tidak main-main," jelasnya.

Lagipula, diakuinya, PAN justru fokus untuk meningkatkan jumlah suara di parlemen. Hal inilah yang nantinya akan dibahas dalam rakernas, selain dukungan koalisi.

"Gini ya partai kan yang paling penting itu kepentingan agar di parlemennya bagus ya. Kursinya di parlemen naik. Itu paling penting, jadi pilihan pertama bagi kita itu bagaimana partai suaranya di DPR naik. Baru kedua Pilpres," pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua DPP PAN, Yandri Susanto, mengatakan Rakernas PAN, yang sempat ditunda, akan digelar pada 8 Agustus nanti.

Menurut Sekjen PAN Eddy Soeparno, Rakernas yang rencananya digelar 6-7 Agustus diundur lantaran ada permintaan ketua wilayah PAN di berbagai daerah. Mereka masih rapat untuk memberikan usulan soal nama capres.

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Unknown
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya