PAN Introspeksi Diri soal Koalisi, Apakah Bakalan Gabung ke Jokowi?

Nailin In Saroh

Nailin In Saroh

Jakarta

6 Juli 2018 13:21 WIB
Elektoral | Rilis ID
Ketua MPR, Zulkifli Hasan bersama Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi). FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma
Rilis ID
Ketua MPR, Zulkifli Hasan bersama Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi). FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILISID, Jakarta — Partai Amanat Nasional (PAN) terus melakukan penjajakan dan komunikasi kepada parpol yang akan berkoalisi pada Pilpres 2019. 

Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, menyadari partainya harus berkoalisi dengan setidaknya tiga partai politik guna memenuhi syarat presidential/parliamentary threshold 20-25 persen.

"Yang bisa dua partai, PDIP, Golkar, Gerindra. Tapi kalau PAN, Demokrat dan lainnya itu harus tiga karena itu koalisi harus dibangun. Apalagi, dengan syarat 20 persen tidak mungkin partai bisa sendiri kan. Semua bisa koalisi,” ujar Zulkifli di Jakarta, Jumat (6/7/2018).

Zulkifli mengaku, apabila PAN hanya berjalan sendiri maka pihaknya juga pasti kewalahan. Sehingga, komunikasi perlu terus dilakukan.

Diluar dari pentingnya koalisi, Zulkifli menegaskan, fokus utama PAN adalah membawa arah bangsa lebih maju dan berdaulat khususnya di bidang ekonomi.

"Tentu yang paling penting bagi kita bagaimana, Indonesia hari ini dan akan datang mau dibawa kemana. Mengenai kedaulatan, kesenjangan, penegakan hukum, ekonomi kerakyatan dan lainnya," katanya.

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Unknown
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya