PAN: Artis Manggung Dibayar Biasa kalau Politisi...
Sukma Alam
Jakarta
RILISID, Jakarta — Wakil Sekjen Partai Amanat Nasional Erwin Izharuddin berharap artis atau publik figur yang menjadi calon legislatif tidak menyamakan politik dengan panggung hiburan.
"Caleg itu tidak memiliki harga diri kalau benar sampai dibeli. Mungkin artis sudah biasa, dia manggung dibayar sudah biasa, nah ini politik jangan disamakan begitu," kata Erwin di Jakarta, Sabtu (22/7/2018).
Erwin menyikapi kabar caleg artis yang rela pindah partai menjadi caleg dari partai lain karena dibayar dana miliaran rupiah. Dia menegaskan artis yang rela pindah partai karena dibayar, maka artis itu tidak lagi mewakili rakyat melainkan akan menjadi wakil dari pemilik partai.
PAN sendiri dikabarkan ditinggalkan kadernya yang berlatar belakang artis. Kader PAN berinisial L itu disebut pindah ke partai lain karena dibayar hingga Rp5 miliar.
Erwin mengakui kader partainya yang berinisial L itu pindah ke partai lain. Namun dia menyatakan tidak tahu kebenaran fee transfer itu.
Tetapi kata Erwin, kader berinisial L itu sempat membuat pengakuan di grup WhatApp khusus anggota PAN, bahwa yang bersangkutan menerima dana hingga bisa pindah partai.
"Memang di koran dia membantah. Tapi saya satu grup WA sama dia waktu dia mengundurkan diri. enggak mungkin grup itu meng-invite orang enggak jelas," ujar Erwin.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
