Minus 3 Fraksi, Rekomendasi Pansus Dikonfrontir dengan Bawaslu
Anonymous
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Ketua DPRD Lampung Dedi Afrizal, mengaku paripurna pembentukan Pansus Money Politics, Kamis (5/7/2018) berlangsung tegang. Sehingga, ia sebagai pimpinan sidang harus menskors paripurna itu sampai besok, Jumat (6/7/2018). (baca juga: Paripurna Ricuh, Hujan Interupsi hingga Upaya Rebut Pimpinan Sidang)
Ketika besok itu ada atau tidak ada surat masuk dari 3 fraksi yakni PKB, Golkar dan PAN, maka lanjut Dedi, paripurna pansus tetap diteruskan. Artinya, pansus tetap melaju meski minus 3 fraksi itu.
Ditanya dasarnya pembentukan pansus, Dedi menegaskan bahwa mendengarkan aspirasi masyarakat, kemudian DPRD menindaklanjuti.
"Kami tidak mengambil keputusan atau menduga sebelah pihak, tapi kami ingin mendudukkan perkaranya, apakah kebenaran atau ketidakbenarannya, ini akan dilihat, karena jika ini terus terulang lagi ini kan akan merusak demokrasi kita," jelasnya, usai paripurna.
Menurut Dedi, harus berpikir positif, dugaan money politics yang dilaporkan masyarakat itu dilihat, kemudian nantinya hasil dari pansus tersebut berupa rekomendasi.
"Apakah ini benar terjadi, atau darimana dananya. Kita sifatnya rekomendasi bukan seperti peraturan daerah, kita tidak mengintervensi. Pansus ini dibentuk untuk menelaah dan mendalami, kemudian dilakukan konfrontir dengan pihak-pihak seperti Bawaslu, apakah benar atau tidak,” kata Dedi. (*)
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
