Menerka Rekom Lima Parpol di Pilwakot Bandarlampung

Wirahadikusumah

Wirahadikusumah

BANDARLAMPUNG

29 Juli 2020 16:06 WIB
Politika | Rilis ID
ILUSTRASI: RILISLAMPUNG.ID/Kalbi Rikardo
Rilis ID
ILUSTRASI: RILISLAMPUNG.ID/Kalbi Rikardo

”Kita kan tahu, ada history yang sangat baik antara Megawati Soekarno Putri dan Sjachroedin Z.P. Tentu DPP juga mempertimbangkan sejarah itu,” ujarnya.

Meskipun memang, lanjut dia, peristiwa saat pemilihan bupati (pilbup) Lampung Selatan (Lamsel), yang kala itu PDIP tak mengusung Rycko, tidak bisa juga diabaikan.

”Tapi, saya memandang peristiwa di Pilbup Lamsel itu hanya karena PDIP tak mau berisiko saja,” ungkapnya.  

Pastinya, kata dia, itulah mengapa PDIP cukup lama mengeluarkan rekomendasi di Pilkada Bandarlampung. Karena mempertimbangkan hubungan Megawati dengan Sjachroedin. Sementara, kader di DPC menginginkan partainya mengusung kader sendiri. Yang dalam hal ini adalah Eva Dwiana.

”Di situlah saya melihat tarik menariknya,” ucapnya.

Dirinya melihat, peristiwa di Bandarlampung mirip dengan Kota Solo. Di mana ada kader potensial Achmad Purnomo yang didukung DPD dan DPC, tapi DPP malah mendukung Gibran.

”Nah, Bandarlampung ada kader potensial Eva Dwiana, meskipun bukan kader murni tadi. Tetapi di sisi lain, ada calon bernama Rycko Menoza yang ayahnya punya koneksi cukup lama dan baik dengan Ketum PDIP Megawati. Itulah penyebab lamanya rekom PDIP keluar,” ulasnya.

Ia juga menilai, kemungkinan Rycko tengah berstrategi di Pilkada Bandarlampung. Startegi itu adalah, bagaimana agar Eva tidak mendapatkan rekomendasi PDIP.

Sebab, bagi Rycko, rekom PDIP sangat penting. Karena PDIP memiliki basis suara yang kuat. Juga merupakan partai pemenang pemilu di Bandarlampung. Tentunya akan memberikan keuntungan cukup besar bagi kompetitornya Eva jika mendapatkan rekom PDIP.

”Jadi kemungkinan begini strateginya, tidak apa-apa PDIP nggak memberi rekom ke Rycko, asalkan tidak ke Eva,” katanya. 

Menampilkan halaman 2 dari 4

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya