Menerka Rekom Lima Parpol di Pilwakot Bandarlampung
Wirahadikusumah
BANDARLAMPUNG
RILISID, BANDARLAMPUNG — Pilkada serentak 2020 tinggal lima bulan lagi. Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah memulai tahapannya. Bahkan untuk pendaftaran calon telah ditetapkan pada 4-6 September.
Kendati masa pendaftaran sudah dekat, masih banyak partai politik (parpol) yang belum menentukan sikap. Terkait siapa yang akan diberikan rekomendasi. Termasuk di Pilkada Kota Bandarlampung.
Catatan Rilislampung.id, dari sepuluh parpol yang mendapatkan kursi di DPRD Bandarlampung, baru lima parpol yang sudah mengeluarkan rekomendasi.
Yakni, Partai Demokrat (5 kursi), PAN (6 kursi), PKB (3 kursi), Perindo (2) kursi. Keempat parpol ini telah mengeluarkan rekomendasi kepada pasangan calon (Paslon) Yusuf Kohar-Tulus Purnomo.
Kemudian satu lagi adalah Partai NasDem (5 kursi). Yang telah mengeluarkan rekomendasi untuk pasangan Eva Dwiana-Dedi Amarullah.
Sementara, lima parpol yang belum mengeluarkan rekomendasi adalah PDIP (9 kursi), Golkar (6 kursi), Gerindra (7 kursi), PKS (6 kursi) dan PPP (1 kursi).
Pengamat politik asal Universitas Lampung Budi Kurniawan menilai, PDIP belum mengeluarkan rekomendasi untuk paslon di Kota Bandarlampung lantaran terjadi tarik menarik kepentingan yang cukup kuat.
Ia menilai, ada keinginan secara ideal PDIP mencalonkan kader potensialnya yakni Eva Dwiana. Dan itu adalah itungan rasional. Kendati begitu, Eva juga bukan kader murni PDIP. Yang membangun karir dari akar rumput.
”Eva bukan seperti Wiyadi atau Mukhlis Basri yang memang kader PDIP murni. Kedua orang itu berkarir di PDIP dari bawah. Perumpamaannya Eva itu kader yang warnanya masih merah muda, tidak merah tua seperti kedua orang itu,” nilainya.
Sementara Rycko Menoza, mesti bukan kader, ayahandanya adalah tokoh PDIP. Juga mantan Gubernur Lampung. Dan memiliki history dengan Ketum PDIP Megawati Seokarno Putri.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
