Mampu Atasi soal HAM di Debat Capres, BPN Ungkap Senjata Hadapi Kubu Lawan

Nailin In Saroh

Nailin In Saroh

Jakarta

3 Januari 2019 22:15 WIB
Elektoral | Rilis ID
Juru Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Riza Patria. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma
Rilis ID
Juru Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Riza Patria. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILISID, Jakarta — Juru Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Riza Patria menyatakan, pihaknya tidak khawatir kubu lawan menggulirkan isu pelanggaran HAM dalam debat Pilpres 2019 mendatang. Pasalnya, Prabowo tidak terlibat dalam kasus HAM pada 1998. 

"Sejak dulu juga 2014 juga enggak ada masalah. Masyakarat sudah tahu. Justru yag jadi masalah janji Pak Jokowi soal nawacitanya. Janji menyelesaikan kasus-kasus HAM enggak ada. Kalau Pak Prabowo jelas enggak ada masalah. Orang tahu dia enggak terlibat," ujar Riza di Jakarta, Kamis (3/1/2019).

Menurut Riza, timnya tidak mempersiapkan antisipasi khusus terkait masalah HAM. Sebab, masalah ini sudah diatasi sejak Pilpres 2014 silam.

"Masalahnya kan sama, jawabannya enggak jauh beda dengan 2014 lalu. Prinsipnya Prabowo enggak terlibat dengan kasus-kasus HAM. Prabowo lama tinggal di luar negeri, dia mengerti betul namanya kebebasan yang bertanggung jawab. Yang namanya HAM mengerti. Dia sudah terbukti tidak terbukti tidak ada masalah," paparnya.

Justru, lanjut Riza, BPN punya senjata menghadapi debat perdana yang dilontarkan kubu lawan. Salah satunya persoalan korupsi yang mendapat rapor merah.

"Indeks persepsi korupsi jelas bahwa di zaman Pak Jokowi jelek nilainya terkait masalah korupsi. Harusnya kan presidennya bisa tingkatan IPK lebih baik. Faktanya kan lebih jelek," katanya.

"Pak Jokowi bisa lakukan upaya pencegahan korupsi faktanya lebih banyak yang kena OTT dsb. Dan sejauh ini 4 tahun lebih kepolisian dan kejaksaan belum memperlihatkan geliat yang baik terhadap kasus korupsi. Padahal kita berharap jangan semua KPK," jelasnya.

Politisi Gerindra ini mengungkapkan, KPK hanya lembaga yang bersifat sementara. Menjadi harapan permanen adalah Kejaksaan dan Kepolisian juga bisa mengatasi masalah pemberantasan korupsi.

"Faktanya hari ini KPK terus. Masyakarat menunggu di sisa waktu kepolisian dan kejaksaan bisa membuktikan ungkap kasus besar," tutur Riza.

Untuk itu, Riza menekankan isu pemberantasan korupsi menjadi perhatian utama dalam debat capres cawapres.

"Pak Prabowo selalu sampaikan korupsi kita sudah stadium empat, sudah kronis. Harus diatasi dengan terobosan, dengan instrumen kekuasan kewenangan yang dimiliki pemerintah," kata Riza.

Kedua, terkait hukum juga terlihat sekali tajam kebawah tumpul keatas. Menurut Riza, harus ada keadilan tanpa ada kriminalisasi dan jangan ada tebang pilih.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Elvi R
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya