Lupakan Protokol Kesehatan, Polemik 86 DPRD Pesawaran Berakhir
Darmansyah Kiki
Pesawaran
RILISID, Pesawaran — Polemik '86' antara Ketua DPRD Pesawaran M Nasir dan Wakil Ketua I DPRD Pesawaran Paisaludin berakhir dengan jabat tangan.
Untuk sementara, protokol kesehatan Covid-19 yang melarang berjabat tangan pun terabaikan. Termasuk lupa memakai masker.
Polemik berawal dari pernyataan Paisaludin yang menyebut, DPRD kencang melakukan ’86’.
Hal itu ia sampaikan saat acara pembahasan rencana penyesuaian peraturan bupati dan penjabaran APBD tentang penanganan Covid-19 beberapa waktu lalu.
”Pernyataan saya itu bukan negatif seperti dipersepsikan. Hanya dinamika, tidak ada persoalan dan permasalahan. Apalagi DPRD adalah lembaga kami. Masak iya saya mau menjelek-jelekan fraksi saya,” papar Paisaludin.
Ketua DPD PAN Pesawaran ini menyampaikan permohonan maaf jika ada pengartian lain yang menyebabkan terjadinya polemik di masyarakat.
"Saya dan Pak Nasir adalah pejabat publik. Sudah sepatutnya menjadi contoh yang baik buat masyarakat. Jangan sampai dengan adanya wabah terlihat memikirkan diri sendiri," terangnya
Sementara itu, Nasir menyambut baik klarifikasi yang dilakukan Paisaludin. Ini akan memberikan kejelasan pada masyarakat apa yang terjadi sekadar salah paham.
”Seolah ada keributan di DPRD. Padahal tidak, ini hanya dinamika biasa. Kami selaku DPRD selalu berusaha memaksimalkan tugas dalam rangka penguatan fungsi dewan," pungkasnya. (*)
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
