Kumpulkan Ratusan RT, Herman Ancam Pecat yang Money Politics
Anonymous
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Wali Kota Bandarlampung, Herman HN, mengumpulkan ratusan ketua rukun tetangga dan kepala lingkungan (RT dan kaling) di GOR Saburai, Enggal, Senin (2/7/2018).
Pengumpulan itu bertujuan sebagai warning dari calon gubernur nomor dua tersebut, agar tidak sekali-sekali terlibat dalam politik uang (money politics).
Herman yang didampingi Sekretaris Kota (Sekkot), Badri Tamam, dan sejumlah pejabat eselon II lainnya memberi peringatan keras terhadap ketua RT dan kaling yang menerima money politics.
"Berapa uang operasional jadi RT? Rp1 juta sebulan saya kasih, tertinggi di Indonesia. Tapi masih saja menerima uang dari pasangan calon (paslon) Rp2-3 juta,” kesal Herman.
Menurut dia, dalam setahun dirinya memberikan uang Rp12 juta. Jadi, dia meminta mereka tidak lupa dengan insentif itu gara-gara menerima duit hasil money politics.
”Catatan untuk lurah, ketua RT, yang habis masa jabatannya, ganti. Yang nggak peduli dengan rakyatnya ganti. Kebangetan orang-orang ini, nerima uang dari paslon," kesal Herman HN.
Herman bahkan sempat menyindir ketua RT yang menerima uang dari paslon dengan menyebut sisa uang operasional yang belum dibayar tidak akan dilunasi.
"Baru dua bulan kan yang dibayar? Dua bulannya lagi nggak perlu saya bayar, kan sudah menerima uang dari paslon. Cukup kan Rp2 juta itu untuk uang operasional dua bulan,” sergahnya.
Herman meminta mereka sadar bahwa dirinya mengetahui siapa saja RT yang mengambil duit money politics itu.
”Saya tahu dari RT berapa, kelurahan apa. Nggak usah RT se-Bandarlampung, se-Lampung ini saya berani mengawasi sendiri. Saya ini juga punya mata-mata," ketusnya.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
