Kubu Prabowo Tak Akan Seriusi Hasil Survei SMRC

Default Avatar

Anonymous

Jakarta

8 Oktober 2018 14:40 WIB
Elektoral | Rilis ID
ILUSTRASI. RILIS.ID/Dendi Supratman
Rilis ID
ILUSTRASI. RILIS.ID/Dendi Supratman

RILISID, Jakarta — Ketua DPP Partai Gerindra, Nizar Zahro mengatakan kubu calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 2 tidak akan terpaku dan menanggapi serius hasil survei elektabilitas dari lembaga survei Saiful Mujani Research Center (SMRC) yang menyebutkan calon Presiden dan calon Wakil Presiden nomor urut 1, Joko Widodo dan Ma'ruf Amin yang lebih tinggi.

Nizar mencontohkan, belajar dari beberapa survei di pemilihan kepala daerah kemarin, banyak hasil survei yang meleset dari kenyataannya, misalnya survei di Pigub Jakarta, Jabar dan Jateng yang meleset jauh dari hasil.

"Menyimak rekam jejak lembaga survei yang sering meleset. Maka tidak perlu serius-serius amat menanggapi rilis survei," katanya, Jakarta, Senin (8/10/2018).

Ia pun menilai survei yang dilakukan SMRC tidak berdasarkan fakta lapangan. Menurutnya, sudah bukan berita baru lagi banyak lembaga-lembaga survei belum jera juga untuk tidak membuat survei yang manipulatif.

"Sayangnya meskipun survei telah merugikan konstestan Pilkada tapi tidak ada permintaan maaf yang meluncur. Lembaga survei sibuk ber-apology dan berlindung di balik dinamika masyarakat yang cepat," jelas Nizar..

Pria yang juga masuk sebagai juru kampanye nasional badan pemenangan Prabowo-Sandi ini mengatakan, jika nanti berbeda jauh dengan hasil pemungutan suara 17 April 2019, maka tidak menutup kemungkinan lembaga SMRC akan ditinggalkan konsumennya.

"Bisa disimpulkan, survei yang dirilis SMRC kurang melihat fakta di lapangan. Padahal setiap berkunjung ke lapangan Prabowo-Sandi selalu dihadiri ribuan rakyat," tegasnya.

Sekjen partai Nasdem, Johny G Plate, menilai hasil survei itu maka menunjukan masyarakat masih menginginkan program-program yang dibangun oleh Jokowi. Ia pun mengaku menyambut baik hasil survei SMRC tersebut.

"Itu memberikan gambaran bahwa masyarajat sudah paham programnya pak Joko Widodo udah merasakan program Pak Jokowi dan ingin tentu melanjutkan program yang dirasa puas," katanya di Jakarta.

Johny menegaskan, kendati mendapat suara elektabilitas yang tinggi namun tidak membuat pihaknya berpuas diri.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Unknown
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya