Kubu Prabowo-Sandi Mainkan Narasi Konflik Berdampak Negatif, Ini Alasannya

Budi Prasetyo

Budi Prasetyo

Surabaya

16 Oktober 2018 14:30 WIB
Elektoral | Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman
Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman

RILISID, Surabaya — Pengamat politik dari Univeritas Trunojoyo Madura, Mochtar W Oetomo, memberikan saran agar badan pemenangan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno untuk tidak memainkan narasi politik berbau konflik. Pasalnya, gaya kampanye pasangan 02 itu dinilai akan menguntungkan pihak lawan.

“Tidak ada untungnya kalau Prabowo-Sandi masih memainkan narasi konflik," kata Mochtar, Selasa (16/10/2018).

Direktur Surabaya Survey Center (SSC) itu mencontohkan beberapa narasi tidak  produktif yang terus muncul seperti isu PKI. Menurut dia, narasi semacam itu justru merugikan Prabowo-Sandi.

"Sebagai oposisi, tim Prabowo-Sandi tentu harus memberikan konsep yang dapat menjadi solusi dari problem masyarakat terkait. Misalnya, harga naik, tawarannya seperti apa," tandasnya.

Mochtar juga meminta agar tim Prabowo-Sandi tidak asal mengkiritik program pemerintah tanpa solusi yang jelas. Pasalnya, dengan selalu menghantam kebijakan pemerintah, publik akhirnya mengkonotasikan itu sebagai hal negatif meskipun esensi dari kritik yang dibangun masuk akal.

“Kalau masyarakat kekinian bisa menilai terlalu kepo,” pungkasnya.

Sebelumnya, Presiden PKS Sohibul Iman mempersilakan kadernya melakukan kampanye negatif di Pemilu 2019 nanti.

"Saya mengatakan 80 persen kampanye kita harus positive campaign. Silakan masuk ke negative campaign cukup 20 persen," kata Sohibul.

Dia menjelaskan, kampanye negatif yang dimaksud adalah kampanye yang 'menyerang' kelemahan lawan. Namun, hal itu harus didasari dengan fakta.

"Negative campaign yang kita angkat adalah kelemahan lawan kita tetapi ada faktanya. Tidak bohong, itu kalau negative campaign, itu boleh. Sebab publik harus tahu, calon lain ini apa kelemahannya," jelasnya.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Sukma Alam
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya