Koordinator Saksi Bagi-Bagi Uang, TS Herman: Itu Duit Bensin
Anonymous
Pesisir Barat
RILISID, Pesisir Barat — Panitia pengawas pemilu Pesisir Barat (Panwaslu Pesbar) menemukan dugaan money politics yang dilakukan tim pemenangan pasangan calon (paslon) nomor urut dua, Herman HN-Sutono.
Kegiatan berbalut kampanye dialogis dalam bentuk bimbingan teknis (bimtek) saksi-saksi itu dilaksanakan di Pekon Gedung Cahya Kuningan, Ngambur, Pesbar, Selasa (25/5/2018).
Koordinator Saksi Bengkunat, Zaidi, dipergoki sedang membagi-bagikan dua lembar uang pecahan Rp100 ribu dan Rp50 ribu kepada para saksi.
Namun, tim sukses (TS) paslon nomor urut dua Herman HN-Sutono, Watoni Noerdin, membantah itu adalah money politics.
Kepada rilislampung.id, Minggu (27/5/2018) malam, dia menyebut dana itu diberikan sebagai uang bensin.
”Jadi, uang sifatnya untuk internal kegiatan. Sekadar uang bensin,” jelas anggota Komisi IV DPRD Lampung tersebut.
Koordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan antar Lembaga Panwaslu Pesbar, Heri Kiswanto, mengatakan temuan berdasar pengawasan bersama Pengawas Pemilu Lapangan (PPL) Ngambur dan Krui.
Saat itu dilakukan bimtek saksi untuk lima kecamatan di Pesbar. Masing-masing Bengkunat, Ngaras, Ngambur, Pesisir Selatan, dan Waykrui. Kegiatan dimulai pukul 09.00 dan berakhir 11.30 WIB.
"Dalam kesempatan itu hadir juru kampanye paslon nomor dua, Ustaz Ismail Saleh, Lakat Amin, Rahma Wati, dan Zaidi. Nama terakhir adalah Kordinator Saksi Bengkunat," ungkap Heri.
Menurutnya, dugaan money politics terjadi di lapangan depan gedung MTs Krui. Aksi Zaidi dipergoki Koordinator Divisi Hukum Penindakan dan Pelanggaran (Kordiv HPP) Panwaslu Pesbar, Abdul Kodrat, dan staf Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga, Efriansyah. Seluruh jajaran Panwascam Ngambur dan Krui Selatan juga melihatnya.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
