Konflik Partai Terjadi karena Tak Ada Mekanisme Internal

 Taufiq Saifuddin

Taufiq Saifuddin

20 Januari 2018 18:33 WIB
Elektoral | Rilis ID
Koordinator Gerakan Indonesia Bersih, Adhie Massardi. FOTO: RILIS.ID/Ridwan
Rilis ID
Koordinator Gerakan Indonesia Bersih, Adhie Massardi. FOTO: RILIS.ID/Ridwan

RILISID, — RILIS.ID, Jakarta— Koordinator Gerakan Indonesia Bersih Adhie Massardi mengatakan, konflik Partai Politik (Parpol) yang belakangan sering terjadi disebabkan tidak adanya mekanisme penyelesaian internal masalah partai. 

"Misalnya, partai tidak punya mekanisme siapa yang menjadi legislatif, siapa menjadi eksekutif. Itu tidak kelihatan, jadi ketika peluang ini terbuka maka kader partai pasti ribut sendiri," kata Adhie kepada rilis.id di Jakarta, Sabtu (20/1/2018).  

Hal itu diperparah oleh tidak adanya keinginan partai politik untuk membangun sistem penyelesaian masalah di internal. Sehingga, seluruh masalah seolah ingin diselesaikan secara ad hoc di meja hijau. 

"Padahal, inti masalahnya masih di dalam juga, sehingga kembali menjadi laten. Ya seperti Hanura dan PPP juga begitu," ujarnya. 

Proses penyelesaian masalah partai melalui jalur hukum, ujarnya, mengarahkan partai di Tanah Air rawan perpecahan. Sehingga, penting membuat mekanisme penyelesaian masalah internal ketika terjadi konflik. 

"PDIP misalnya, rawan konflik juga, cuma karena ada Ibu Mega jadi bisa tertolong. Kemudian di PKS, mekanisme penyelesaian masalah internal tidak seperti yang kita bayangkan, contohnya seperti Fahri Hamzah yang sampai sekarang belum kelar," imbuh Adhie. 

Adhie mengungkapkan, semua ini terjadi karena partai dibangun bukan berdasarkan nilai demokrasi, sehingga cara menyikapi perbedaan pendapat selalu menjadi masalah. Adhie menekankan pentingnya perumusan mekanisme internal, sehingga masalah internal tidak perlu diselesaikan secara hukum di pengadilan. 

"Penyelesaian Parpol itu ya karena masih urusan politik, harus bisa diselesaikan di internal. Kalau partai tidak bisa menyelesaikan persoalan internal partainya, pasti ketika berkuasa akan lebih rumit mengelola kekuasaan," tandasnya. 

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya