Koalisi Prabowo Lebih Pilih Munculkan Kandidat Alternatif
Zulhamdi Yahmin
Jakarta
RILISID, Jakarta — Peneliti muda di Pusat Studi Politik dan Keamanan, Universitas Padjadjaran Bandung, Nanang Suryana, mengatakan parpol koalisi Prabowo masih mempertimbangkan kandidat alternatif selain Ketum Gerindra, Prabowo Subianto.
Sebab, publik dinilai mulai jenuh dengan Prabowo. Hal itu terlihat dari survei elektabilitas mantan Danjen Kopassus itu yang tak juga mengalami kenaikan yang signifikan.
"Memaksakan beliau menjadi kandidat penantang petahana secara elektoral, akan terperangkap pada titik jenuhnya," kata Nanang kepada rilis.id, Jumat (13/7/2018).
Partai Keadilan Sejahtera (PKS), kata dia, adalah parpol yang sadar akan hal tersebut. Makanya, PKS mempertimbangkan nama calon lain.
Kemudian, terkait elektabilitas Prabowo, meski dianggap paling tinggi di antara kompetitor lain Jokowi, namun angkanya cenderung stagnan.
Karena itu, menurutnya, PKS mempertimbangkan figur lain yang justru dianggap elektabilitasnya bisa diangkat hingga pelaksanaan Pilpres 2019 nanti.
"Salah satunya nama Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan," tambah dia.
"Daya ungkit Prabowo pada 2019 kurang maksimal. Hal ini bisa jadi akan memudahkan bagi petahana (Jokowi) yang berpengalaman bertarung di 2014," ujarnya.
PKS, imbuh Nanang, merasa mampu untuk mengangkat elektabilitas Anies melalui militansi para kadernya. Apalagi, hasil Pilkada Serentak 2018 juga telah membuktikan bahwa kader PKS memiliki militansi yang kuat dan pekerja keras.
"Berdasarkan hasil Pilkada Serentak yang lalu, mesin politik PKS memang bekerja dengan cukup baik," tandasnya.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
