Ketua DPR Minta Pendukung Tak Saling Ejek Soal Capres-Cawapres
Nailin In Saroh
Jakarta
RILISID, Jakarta — Ketua DPR RI Bambang Soesatyo meminta semua pihak menahan diri pasca pendaftaran pasangan kandidat Capres-Cawapres dan Bacaleg Pemilu 2019, agar mewujudkan suasana kondusif.
Menurutnya, dua pasangan kandidat Capres-Cawapres sudah final, yakni Jokowi-Ma'ruf Amin dan Prabowo-Sandiaga Uno. Sehingga tidak perlu lagi ada ucapan saling ejek yang berujung fitnah.
"Tak perlu lagi diperdebatkan. Kini waktunya bagi masing-masing koalisi partai pendukung Capres-Cawapres untuk melakukan konsolidasi. Perang pernyataan, saling ejek dan saling sindir yang mewarnai proses pembentukan koalisi partai dan penyaringan calon wakil Presiden harus diakhiri," ujar Bamsoet panggilan akrabnya, kepada wartawan di Jakarta, Minggu (12/8/2018).
Menurut Bamsoet, selain tidak produktif, perang pernyataan hanya akan menimbulkan kebisingan di ruang publik. Sedangkan agenda utama dalam persiapan Pilpres-Pileg 2019 sudah terlaksana.
"Sangat disayangkan bahwa pasca pendaftaran kandidat pasangan Capres-Cawapres, ruang publik masih disesaki dengan pernyataan-pernyataan yang berpotensi mengganggu kenyamanan publik. Berangkat dari kenyataan itu, masyarakat tentu berharap masing-masing kubu kandidat mau menahan diri," tukasnya.
Diketahui, Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menutup masa pendaftaran bakal calon presiden dan Wakil Presiden untuk Pilpres 2019 pada 10 Agustus 2018 lalu.
Penutupan masa pendaftaran dilakukan setelah dua kandidat pasangan Capres-Cawapres mendaftar dan menyerahkan dokumen pencalonan. Masing-masing adalah pasangan Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin dan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
Sebelumnya, pada 17 Juli 2018, KPU pun telah menutup pendaftaran bakal calon anggota legislatif yang akan maju pada Pileg 2019. Pendaftaran calon anggota legislatif DPR, DPRD provinsi, serta DPRD kabupaten/kota untuk Pileg 2019 yang dibuka selama 14 hari itu telah dimulai sejak 4 Juli 2018.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
