Kenaikan Luar Biasa di Pilkada Jabar dan Jateng, Ini Penjelasan LSI Denny JA 

Default Avatar

Anonymous

Jakarta

1 Juli 2018 13:35 WIB
Elektoral | Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman
Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman

Aneka lembaga survei itu bekerja secara independen. Bahkan, beberapa lembaga survei itu bersaing dan sering berhadapan dalam pilkada atau pemilu.

Misalnya soal pilkada DKI Jakarta, LSI Denny JA dikenal sebagai pollster dan konsultan politik yang bahkan setahun sebelum pilkada DKI memberitakan Ahok yang kuat tapi bisa dikalahkan.

Mengapa LSI Denny JA untuk kasus Jateng dan Jabar seirama dengan lembaga survei lain, yang dalam pilkada DKI berhadapan? Datanya memang demikian. Dalam dunia survei yang kredibel, data adalah panglima.

Ketiga, berbedanya hasil pilkada dengan survei terkahir untuk kasus Jateng dan Jabar tidak fatal. Itu berbeda dengan kasus Trump dan Hillary. Ukuran fatal atau tidak adalah soal siapa yang menang.

Untuk kasus Hillary dan Trump, pemenangnya terbalik. Hillary yang diprediksi menang, tapi Trump yang ternyata menang. 

Untuk kasus Jabar dan Jateng, hasilnya sama. Yang menang pilkada sama dengan hasil survei terakhir: RK di Jabar dan Ganjar Pranowo di Jateng.  

Perbedaan hanya terjadi pada lonjakan dukungan Asyik di Jabar yang tetap kalah, dan Sudirman- Ida di Jateng yang juga tetap kalah.

Bagaimana menjelaskan lonjakan Asyik dan Sudirman-Ida? 

LSI Denny JA hanya menjelaskan otopsi survei terakhir Denny JA saja. Lembaga lain tentu dapat menjelaskannya sendiri. Lonjakan Itu terjadi karena kombinasi beberapa variabel ini.

Pertama, seminggu terakhir sebelum hari pencoblosan, terjadi mobilisasi dukungan yang efektif untuk Asyik di Jabar dan Sudirman-Ida di Jateng. 
Gerakan seminggu terakhir ini tak lagi terpantau oleh survei LSI Denny JA.

Menampilkan halaman 3 dari 5

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya