Jenderal Maju Pilkada, Perludem: Kader Partai Jangan Ditinggal
Zulhamdi Yahmin
RILISID, — RILIS.ID, Jakarta— Direktur Eksekutif Perkumpulan Untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraeni tak mempermasalahkan dengan munculnya sejumlah nama Jenderal TNI maupun Polri yang diusung partai politik untuk maju dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2018.
Meski begitu menurut Titi, parpol juga tetap harus memberikan ruang kepada kadernya untuk ikut serta dalam pilkada serentak tersebut.
Titi mengungkapkan, rekrutmen terbuka dari para parpol termasuk menjaring para jenderal dari TNI maupun Polri adalah hal yang positif. Hal itu menurutnya, bila dijalankan secara demokratis oleh parpol tersebut.
"Demokratis itu ya kembali ke partai. Partai itu kan pembentuk kader dalam rangka rekrutmen partai politik. Mestinya, walaupun rekrutmen terbuka, tapi kader tidak boleh ditinggalkan dalam proses rekrutmen ini," kata Titi kepada rilis.id, Senin (8/1/2018).
Dia mengatakan, kader-kader yang telah dipersiapkan oleh parpol selama ini harus juga dapat kesempatan mengikuti kontestasi pilkada. Meskipun mengambil tokoh di luar partai, salah satunya militer, namun parpol tidak boleh mengabaikan keberadaan kader.
"Jangan sampai hanya berdasarkan selera elite. Ruang-ruang yang diberikan kepada diaspora politik untuk mendapatkan yang terbaik untuk mengisi jabatan kepala daerah dan wakil kepala daerah, tapi ini harus sinkron dengan fungsi partai politik sebagai kaderisasi," pungkasnya.
Terkait dengan perwira TNI-Polri yang diusung parpol untuk maju pilkada, Titi tidak mempermasalahkannya. Asalkan menurutnya, para perwira yang masih aktif itu mengundurkan diri seseuai dengan Undang-Undang TNI Nomor 34 Tahun 2004 dan Undang-Undang Polri Nomor 2 Tahun 2002.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
