Jawa Timur Enggak Mau #GantiPresiden?

Budi Prasetyo

Budi Prasetyo

Surabaya

3 Juli 2018 10:51 WIB
Elektoral | Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza
Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILISID, Surabaya — Gerakan politik ganti Presiden 2019 dinilai tidak mendapat respons positif di Jawa Timur. Hal itu  bisa dibuktikan dengan kemenangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Elistinto Dardak dalam Pemilihan Gubernur Jawa Timur 2018 yang dianggap mendapat dukungan Joko Widodo.

"Harus diakui bahwa gerakan #ganti presiden kurang mendapat respons luas di masyarakat Jatim," kata pengamat politik dari Universitas Trunojoyo Surokim Abdussalam pada Selasa (4/6/2018).

Dia mengatakan, ada beberapa faktor yang membuat gerakan ganti Presiden  sepi di Jawa Timur. 

"Yang pertama, masyarakat Jatim masih menganggap Jokowi berhasil dalam kepemimpinan nasional hal ini terbukti dengan elektabilitas Pak Jokowi yang terus melesat meninggalkan calon lain, kedua semua paslon di Pilkada Jatim berharap tuah Jokowi effect untuk bisa meraih dukungan pemilih," tambahnya. 

Surokim menambahkan, warga Jatim yang mayoritas nahdliyin kurang bersimpati dengan kelompok ganti presiden, sehingga gerakan mereka tidak solid.

"Ketiga tidak solidnya penantang petahana dan ke empat bergeraknya angka pemilih moderat dan rasional di Jatim  kelima Jatim ini basisnya warga nahdliyin yang punya respons negatif," pungkasnya. 

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Elvi R
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya