Jadi Cawapres Jokowi, Romahurmuziy Harus Lewati 3 Fase

Nailin In Saroh

Nailin In Saroh

Jakarta

19 Maret 2018 18:43 WIB
Elektoral | Rilis ID
Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Romahurmuziy. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma
Rilis ID
Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Romahurmuziy. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILISID, Jakarta — Pengamat politik Universitas Indonesia (UI), Panji Anugrah Permana, mengatakan, Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy berpeluang menjadi calon Wakil Presiden (cawapres) Joko Widodo. Tapi, harus melalui berbagai tahapan dulu.

"Peluang selalu ada. Tapi saya melihat, jalan ke arah sana untuk fix, untuk dapat tiket, bukan hal sederhana. Harus melalui berbagai fase," ujarnya kepada rilis.id di Jakarta, Senin (19/3/2018).

Fase pertama, terangnya, kesepakatan koalisi. Dua lainnya, tingkat keterpilihan dan pertimbangan Jokowi selaku calon Presiden.

"Apakah misalnya, berpasangan dengan Romy mendongkrak elektabilitas atau malah tidak. Atau mencari figur lain yang lebih punya daya dongkrak lebih besar, untuk kemungkinan terpilih. Jadi, masih prematur, ya, kalau dilihat sekarang," jelasnya.

Panji menambahkan, perolehan kursi PPP juga menjadi pertimbangan bisa atau tidaknya Romy, sapaan Romahurmuziy, menjadi pendamping Jokowi. "Romy harus bersaing dengan Muhaimin. Dengan Airlangga mungkin juga," terkanya.

Meski begitu, Panji menyatakan, soal cawapres masih sangat "cair". Sebab, partai pendukung Jokowi belum final. "Yang baru fix, kan, baru PDIP, Golkar, NasDem, dan Hanura," tuntasnya.

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Unknown
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya