Isu Korupsi e-KTP Bikin Elektabilitas Ganjar Merosot
Zulhamdi Yahmin
Semarang
"Sebanyak 95,4 persen responden meyakini kalau Sudirman Said dicopot sebagai Menteri ESDM karena membongkar skandal papa minta saham Freeport dan bukan karena kinerjanya yang buruk selama menjadi Menteri ESDM," jelasnya.
Survei LKPI kali ini melibatkan 2.220 orang warga Jawa Tengah yang memiliki DPT sebagai responden. Mereka tersebar di 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Penelitian dengan tema "Jawa Tengah Mencari Pemimpin Bersih" ini mengunakan metode multi stage random sampling dengan margin of error -/+ 2,08 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen
Hasil survei ini adalah masyarakat Jawa Tengah sangat menginginkan pemimpinnya adalah sosok yang jujur dan bersih serta tidak terindikasi mencuri uang negara.
"Dan itu ada pada sosok Sudirman Said yang memiliki pasangan Cawagaub Ida Fauziyah," katanya.
Mereka dipilih kebanyakan responden karena ada falsafah terkenal Jawa Tengah yang mengatakan seorang pemimpin itu harus Swadana Maharjeng Tursita yang artinya seorang pemimpin haruslah memiliki sosok intelektual, berilmu, jujur, dan pandai menjaga nama, mampu menjalin komunikasi atas dasar prinsip kemandirian.
"Nama Ganjar Pranowo rusak akibat diduga terlibat kasus korupsi e-KTP yang disebut menerima fee dari proyek e-KTP oleh Setya Novanto," jelasnya.
Falsafah kedua, tambahnya, Bahni Bahna Amurbeng Jurit. Artinya seorang pemimpin harus selalu berada di depan dengan memberikan keteladanan dalam membela keadilan dan kebenaran.
"Masyarakat Jawa Tengah mayoritas lebih memilih Sudirman Said karena Sudirman sosok pemimpin yang berani menjadi teladan untuk membongkar kasus papa minta saham Freeport walau akhirnya dicopot oleh Joko Widodo," urainya.
Falsafah ketiga yaitu Rukti Setya Garba Rukmi. Falsafah ini menggarisbawahi bahwa seorang pemimpin harus memiliki tekad bulat menghimpun segala daya dan potensi guna kemakmuran dan ketinggian martabat bangsa.
"Kepemimpinan Ganjar selama menjadi Gubernur tidak dirasakan oleh masyarakat mampu mengangkat harkat dan martabat masyarakat Jawa Tengah. Dan (Ganjar) memilih wakilnya Taj Yasin diduga hanya untuk menutupi ketidakmampuan sebagai Gubernur yang kadung namanya sudah membusuk di masyarakat akibat diduga terlibat kasus E-KTP. Sementara Ida Fauziyah dianggap sebagai sosok cawagub dari Sudirman Said yang akan banyak mengangkat harkat dan martabat wanita di Jawa Tengah," pungkasnya.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
