Ini Janji Sandiaga Uno ke Perajin Rotan di Sukoharjo
Sukma Alam
Sukoharjo
RILISID, Sukoharjo — Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno, menjanjikan para perajin rotan di Desa Trangsan, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo, untuk mengamankan pasokan bahan baku.
"Saya janjikan jika diberikan amanah pada Pilpres 2019, maka bahan baku rotan akan dipastikan pasokannya aman," kata Sandiaga Uno, disela acara kunjungan bersilaturahmi dengan perajin rotan, di Desa Trangsan Sukoharjo, Jumat (28/12/2018).
Selain itu, Sandiaga yang didampingi istrinya, Nur Asia Uno, juga menjanjikan permodalan akan diberikan yang mencukupi dengan bunga yang tidak mencekik, dan pemasarannya akan dibantu, sehingga usaha mikro kecil menengah ((UMKM) bisa berkembang.
Menurut Sandiaga, desa wisata kerajinan rotan di Trangsan ini, selain bisa meningkatkan ekspor, juga menjadi tujuan wisata yang dapat menambah penghasilan para perajin, karena akan banyak yang membeli langsung di tempat.
"Trangsan, juga menjadi wisata belanja untuk produk-produk dari kerajinan rotan," kata Sandiaga dilansir Antara.
Sandiaga mengatakan kerajinan rotan dari Trangsan harusnya mempunyai seperti showroom di luar negeri, karena mereka bisa memperlihatkan hasil kerajinan atau produk unggulan asal Indonesia.
Hal tersebut, kata Sandiaga, yang bisa bergantian dimanfaatan oleh UMKM-UMKM, dan tidak ada salahnya bekerja sama dengan kantor Kedutaan Besar Indonesia, di luar negeri, juga Warga Negara Indonesia di negara lain.
"Para kerajin ini, harus diberikan kesempatan dari pengusaha kecil untuk naik kelas. Tugas pemerintah harus melayani masyarakat atau dunia usaha agar ekonominya bergerak dengan diberikan kemudahan berokrasi seperti berizinan hanya butuh waktu singkat," katanya. Salah satu perajin rotan Desa Trangsan, Nurhayati, mengatakan, kesulitan yang dialami para perajin rotan masalah bahan baku yang luar biasa. Untuk mencari bahan baku penuh perjuangan dari hari ke hari mengalami kenaikan, sehingga para perajin kesulitan untuk memberikan harga jual produksi.
Bahkan, kata Nurhayati, hal tersebut banyak diprotes para konsumennya. Padahal, daya beli produk mebel rotan di Amerika Serikat kini sedang mnurun, sehingga kesulitan menetapkan harga jual sering menjadi kendala.
Nurhayati mengatakan sementara di negara lain seperti Vietnam yang dahulu masih di bawah Indonesia kualitasnya, justru sekarang luar biasa. Pemerintah mereka sangat mensuport para perajinnya. Perajin di Sukoharjo juga mempunyai keinginan yang sama, sehingga mereka bisa berkembang usahanya untuk mengembalikan utangnya.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
