Ibaratkan Politik Seperti Bulutangkis, JK Sebut Jangan Salah 'Smash'
Anonymous
Jakarta
RILISID, Jakarta — Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, mengibaratkan kampanye politik menjelang Pemilu seperti bermain bulutangkis. Di mana bisa saja mendapatkan poin dari kesalahan lawan.
"Dapat poin kalau 'smash' dengan benar. Tapi dapat poin juga kalau lawan kita salah. Artinya untuk kampanye ini, berbuatlah yang positif dan jangan bikin kesalahan," kata Kalla Kantor Wapres seperti dilansir Antara pada Selasa (16/10/2018).
Menurut dia, tiga jenis kampanye yang sering digunakan oleh pasangan capres-cawapres dalam Pemilu adalah kampanye positif, kampanye negatif dan kampanye hitam.
"Kampanye yang positif artinya mengemukakan programnya, kampanye negatif ialah mencari kesalahan lawan, kemudian kampanye hitam itu yang bikin fitnah," katanya.
Wapres mencontohkan jenis kampanye negatif adalah adanya serangan terhadap capres petahana dengan membawa isu kenaikan harga beras.
"Apakah beras naik, misalnya oh 'beras naik itu salah'," ujar dia.
Seringkali, lanjutnya, kesalahan dari salah satu pasangan capres-cawapres dapat dimanfaatkan oleh lawannya untuk dijatuhkan, sehingga, hal-hal negatif seperti itu sering dimanfaatkan untuk mendapatkan simpati dari calon pemilih.
"Jadi bukan kampanye sebenarnya, (tapi) kesalahan orang itu yang kadang-kadang susah dihindari. Mengemukakan kekeliruan lawan itu juga sesuatu yang biasa-biasa saja," ujarnya.
Sebelumnya, Tim Kampanye Nasional (TKN) capres-cawapres nomor urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin, menegaskan komitmennya untuk tetap menjaga situasi dan kondisi politik selama masa kampanye Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.
Salah satunya, menurut Tim Informasi dan Publikasi TKN Jokowi-Amin, Dwi Badarmanto, pihaknya akan tetap melakukan kampanye yang positif dan inspiratif bagi masyarakat.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
