Gus Ipul Didukung Santri Salafiyah Syafiiyah Banyuwangi
Sukma Alam
Banyuwangi
RILISID, Banyuwangi — Calon gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), mendapat dukungan dari Ikatan Santri & Alumni Salafiyah Syafiiyah (IKSASS) kawasan Banyuwangi dan sekitarnya.
Pertemuan itu turut dihadiri Nyai Hj Djuwariyah Fawaid, istri dari almarhum KHR Fawaid Asad, dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.
"Kita semua sudah sepakat mendukung Gus Ipul. Ini amanah para kiai, para ulama," ujar Nyai Djuwariyah di Banyuwangi, Rabu (31/5/2018).
Ratusan santri senior dan alumni Pesantren Salafiyah Syafiiyah, Sukorejo, Situbondo, membacakan ikrar untuk bekerja tulus dan sepenuh hati memenangkan Gus Ipul yang berpasangan dengan Puti Guntur Soekarno dalam Pilkada Jatim 2018 itu. hadir juga sejumlah santri senior, seperti Mudzakkir Abdul Fattah, Muhammad Toha, dan Mustain.
"Jumlah alumni Pesantren Salafiyah Syafiiyah di Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso ini puluhan ribu, belum termasuk keluarga dan simpatisan pondok. Khusus Banyuwangi ribuan. Sesuai amanat dan ikrar tersebut, kami semua siap memenangkan Gus Ipul," ujarnya.
Dia menyebut ini sebagai arus balik karena sebelumnya tokoh-tokoh pesantren tersebut selalu mendukung Khofifah dalam dua kali pemilihan gubernur sebelumnya, yaitu pada 2008 dan 2013.
Dalam bahasa Madura, Bupati Abdullah Azwar Anas menambahkan, pencalonan Gus Ipul adalah amanat dari KHR Fawaid Asad, sebagaimana sering disampaikan Nyai Makkiyah Asad Syamsul Arifin, salah satu putri KHR As'ad Syamsul Arifin.
"Nyai Makkiyah juga selalu mengatakan, keputusan mendukung Gus Ipul adalah arahan Kiai Fawaid sebelum kiai meninggal," ujar Anas yang cuti untuk berkampanye.
Pada kesempatan itu, Anas meminta masyarakat dan alumni Pesantren Salafiyah Syaiiyah untuk tidak ragu dan mohon disampaikan kepada seluruh keluarga dan saudaranya untuk memilih Gus Ipul. Hal itu juga sesui dengan amanat dari para ulama.
Pesantren Salafiyah Syafiiyah sendiri adalah salah satu pesantren besar dan berpengaruh di Jatim. Santri, alumnus, dan keluarganya tersebar dalam jumlah besar di berbagai daerah di Jatim.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
