Gus Ipul Ajak Generasi Muda Teladani Ulama
Budi Prasetyo
Surabaya
Di Laskar Hizbullah, Kiai Achyat adalah pemimpin Kompi Khusus yang tugasnya mengawal para ulama di barisan sabilillah.
Tak hanya itu, Kiai Achyat juga pernah ditunjuk sebagai Ketua Ansor Nahdlatoel Oelama (ANO) Mojokerto.
Selain itu, Kiai Achyat juga pernah terpilih sebagai anggota konstituante (semacam MPR) di Jakarta, yaitu pada masa berlakunya UUDS RI Tahun 1950 selama dua tahun.
Seusai merdeka, Kiai Achyat lantas mendirikan lembaga pendidikan.
"Semangat perjuangan dari angkat senjata berubah dengan semangat mencerdaskan anak-anak bangsa. Kiai Achyat berjuang untuk meningkatkan kualitas SDM anak Indonesia," urai Gus Ipul.
Dari cerita tersebut, Gus Ipul menilai ada beberapa hal yang bisa ditauladani oleh anak muda saat ini.
Menurut kandidat yang mengusung jargon "Kabeh Sedulur, Kabeh Makmur" ini kebersamaan dalam menyusun visi dan misi adalah penting.
"Dari visi dan misi itu, lantas dieksekusi melalui tindakan. Anak muda zaman sekarang bisa menauladani sikap beliau," ceritanya.
"Sejak kecil, beliau adalah aktivis. Karena jasa-jasa beliau, lantas beliau tetap dicari orang meskipun sudah wafat," kata dia.
Pemerintah provinsi di bawah kepemimpinan Gus Ipul ke depan akan memfasilitasi generasi milenial dalam mewujudkan cita-citanya.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
