Golkar: Pemahaman Empat Pilar Kebangsaan Masih Lemah

Default Avatar

Anonymous

Bandarlampung

26 Desember 2018 18:44 WIB
Politika | Rilis ID
Partai Golkar roadshow di Candipuro Lamsel. FOTO: Humas Golkar Lampung
Rilis ID
Partai Golkar roadshow di Candipuro Lamsel. FOTO: Humas Golkar Lampung

RILISID, Bandarlampung — Partai Golkar melihat masih lemahnya pemahaman sebagian masyarakat tentang empat pilar kebangsaan. Konsep bela negara juga kerap disalahtafsirkan.

Sekjen DPP Partai Golkar H Lodewijk F Paulus menyampaikan hal itu di Candipuro, Lampung Selatan, Rabu (26/12/2018).

Lodewijk berada di Lampung dalam rangka roadshow pendidikan politik untuk masyarakat pedesaan. 

Acara yang digelar DPP Partai Golkar itu dihadiri pengurus Golkar Lampung. Yakni Ketua Bapilu Golkar H. Toni Eka Chandra, Supriyadi Hamzah (Sekretaris DPD Golkar), dan Ismet Roni (Wakil Ketua DPD Golkar).

Tampak juga anggota Fraksi DPRD Lampung Azwar Yakub, Ali Imron, dan Ismet Jayanegara. Mereka kebetulan anggota DPRD Lampung yang kembali mencalonkan pada pemilu legislatif mendatang.

Lodewijk menjelaskan dirinya akan berkeliling menjumpai masyarakat berbagai desa di Provinsi Lampung. 

Sama seperti rekan-rekannya, ia kini mencalonkan diri menjadi anggota DPR RI dari daerah pemilihan Lampung satu.

Dia berpendapat empat pilar kebangsaan tersebut harus disosialisasikan lagi yakni Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, UUD 1945, dan NKRI. 

Salah satu upaya Partai Golkar untuk memberikan pemahaman kembali empat pilar kebangsaan itu lewat pendidikan politik dengan cara berkeliling dari desa ke desa. 

"Politik butuh partisipasi masyarakat, salah satunya lewat partisipasi pada Pemilu serentak 2019," katanya melalui siaran persnya kepada rilislampung.id, Rabu (26/12/2018).

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: gueade
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya