Gerindra: e-KTP Berpotensi Jadi Bahan Kecurangan di Pemilu 2019
Zulhamdi Yahmin
Jakarta
RILISID, Jakarta — Partai Gerindra menganggap wajar bila penemuan ribuan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) yang tercecer di wilayah Duren Sawit, Jakarta, terus menuai sorotan publik.
Menaggapi hal itu, menurut Ketua DPP Gerindra, Nizar Zahro, e-KTP memiliki fungsi yang penting dan bisa menjadi bahan untuk melakukan kecurangan di Pemilu 2019.
"KTP elektronik sangat berpotensi untuk menjadi bahan kecurangan," katanya kepada rilis.id, Rabu (12/12/2018).
Nizar kemudian mengingatkan pada kejadian di Pemilu 2014. Saat itu, menurutnya, ada pengakuan salah satu tim yang mengklaim bisa menyedot data di Komisi Pemilihan Umum (KPU).
"Terlepas benar atau tidak, tapi itu artinya ada syahwat untuk curangkan," ujarnya.
Dia menilai, mestinya Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bisa mengantisipasi terjadinya masalah terkait dengan e-KTP tersebut. Apalagi, hal itu sangat berkaitan dengan proses pesta demokrasi.
"Saat bersamaan ada dugaan ketidakpastian DPT, ini kan membuka ruang publik makin curiga dengan adanya upaya-upaya kecurangan," ungkapnya.
Tak hanya soal pemilu, lanjut Nizar, e-KTP juga berkaitan dengan banyak hal bagi masyarakat. Termasuk untuk urusan yang paling sederhana seperti administrasi di bank, BPJS dan proses pemesanan tiket kereta api.
"Jadi, bagaiman mungkin barang yang sangat prinsip begitu dengan mudahnya tercecer di pesawahan, sebelumnya di jalanan di Bogor. Kalaupun sudah dilakukan banyak klarifikasi oleh Kemendagri, tetapi kejadian ini tetap menunjukkan betapa semrawutnya manajemen pengelolaan data identitas warga yang sesungguhnya sangat prinsip dalam bernegara," tandasnya.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
