Gerakan 20 Ribu Mahasiswa Lawan Money Politics Ricuh
Muhammad Iqbal
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Gerakan 20 ribu mahasiswa yang digalang Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Lampung (BEM Unila) berlangsung ricuh di kantor Bawaslu Lampung, Jumat (6/7/2018).
Aksi mahasiswa melawan politik uang di Pilgub Lampung ini diwarnai saling dorong dengan polisi yang bertugas menjaga kantor Bawaslu setempat.
Kordinator aksi M. Fauzul Azim yang juga Presiden BEM Unila, mengatakan bahwa gerakan 20 ribu mahasiswa ini bentuk solidaritas dalam mengawal praktik politik uang di Provinsi Lampung.
“Ini cara kita untuk diizinkan masuk ke dalam kantor Bawaslu, kita ingin mengusut tuntas politik uang di Lampung,” teriaknya saat berorasi di depan kantor Bawaslu Lampung.
Aksi mahasiswa ini mendapat pengawalan dari 200 personel Polresta Bandarlampung.
Pantauan rilislampung.id, aksi mahasiswa yang ingin masuk ke kantor Bawaslu Lampung dihadang 200 personel Polresta Bandarlampung. Suasana memanas dan saling dorong antara mahasiswa dan petugas.
Mahasiswa juga terus mendorong polisi yang membentuk pagar betis di depan kantor Bawaslu Lampung. (*)
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
