Genjot Suara Prabowo, Sandiaga Dinilai Wakili Pemilih dari Luar Jawa

Zulhamdi Yahmin

Zulhamdi Yahmin

Jakarta

13 Agustus 2018 15:59 WIB
Elektoral | Rilis ID
Sandiaga Uno. FOTO: RILIS.ID
Rilis ID
Sandiaga Uno. FOTO: RILIS.ID

RILISID, Jakarta — Peneliti dari Forum Studi Media dan Komunikasi Politik Indonesia (Formasi), Muhammad Taufik Rahman, mengatakan, dipilihnya Sandiaga Uno sebagai cawapres bisa membantu meningkatkan elektabilitas Prabowo Subianto. 

Bahkan, menurut Taufik, keberadaan Sandiaga juga akan membantu Prabowo untuk merebut massa yang ada di luar Jawa, terutama Sumatera dan Sulawesi. 

"Sandiaga merepresentasikan harapan pemilih dari luar Jawa yang terdiri dari bermacam-macam suku. Terutama di Sumatera dan Sulawesi," kata Taufik kepada rilis.id, Senin (13/8/2018). 

Masyarakat di luar Jawa, ujar Taufik, bisa saja merespons negatif dipilihnya Ma'ruf Amin sebagai cawapres Joko Widodo. Sehingga, ujar dia, mereka mengalihkan dukungan kepada Prabowo lantaran figur Sandiaga. 

"Basis suara JK (Wakil Presiden Jusuf Kalla) di Sulawesi dan sekitarnya akan jadi lahan basah bagi Sandiaga," ujar Taufik. 

Dia menilai, berkurangnya dukungan kepada Jokowi lantaran memilih Ma'ruf Amin bisa dimanfaatkan Prabowo untuk menambah dukungan dari pemilih tradisionalnya. 

"Nah, peningkatan elektabilitas ini mestinya akan terus meningkat dengan dipilihnya Sandiaga Uno sebagai wajah baru. Wajah baru melahirkan harapan baru," ungkapnya. 

Prabowo-Sandi, imbuh Taufik, tidak perlu memainkan isu Suku Agama Ras Antargolongan (SARA) dalam kampanye Pilpres 2019. Pasalnya, banyak isu yang lebih potensial ketimbang memainkan isu SARA. 

"Kinerja pemerintahan yang negatif, tingkat kesejahteraan masyarakat yang rendah, lapangan kerja yang terbatas dan hutang luar negeri yang tinggi bisa dijadikan bahan kampanye yang efektif. Sandiaga Uno sangat mahir memainkan ini karena pengetahuan dan pengalamannya di bidang itu luas," paparnya.

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Sukma Alam
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya