Gelar Rakernas, JNIB Galang Kekuatan Bersama untuk Jokowi
Zulhamdi Yahmin
Jakarta
RILISID, Jakarta — Jaringan Nasional Indonesia Baru (JNIB), yang merupakan salah satu organisasi masyarakat relawan pendukung Joko Widodo, menggelar rapat kerja nasional pada 7-9 Agustus 2018 di Bogor, Jawa Barat.
Rakernas JNIB yang diikuti 300 orang mewakili seluruh provinsi di Indonesia itu akan menggalang kekuatan bersama untuk memenangkan Jokowi di Pilpres 2019 nanti.
Sekretaris Jenderal JNIB, Emi Sulyuwati, mengungkapkan, dalam rakernas nanti juga merumuskan bentuk dukungan yang akan melibatkan partisipasi dan peran serta masyarakat indonesia.
"Dan ini adalah keputusan bersama kawan serta anggota JNIB dari seluruh Indonesia, karena kami mengutamakan semangat kolektif dalam mengambil keputusan dan menetapkan agenda kerja," ungkap Emi kepada rilis.id, Rabu (7/8/2018).
Emi menyebut, Rakernas JNIB yang mengambil tema "Arah Indonesia lima tahun ke depan" itu akan merumuskan strategi dalam memenangkan Pileg dan Pilpres 2019. Termasuk, menyosialisasikan kerja-kerja Jokowi di periode pertama yang dianggap sukses oleh berbagai pihak.
"Akan tetapi, kami juga menilai beberapa janji Pilpres 2014 ada yang belum terpenuhi. Oleh karena itu, kami berkumpul di sini dari seluruh Indonesia untuk membahas taktik dan langkah strategi JNIB dalam Pileg dan Pilpres 2019," katanya.
Sejak didirikan, ujar Emi, JNIB merupakan organisasi yang dibentuk dan didedikasikan untuk mendukung dan memenangkan Jokowi di Pilpres 2014. Namun, menurutnya, hingga saat ini JNIB masih setia mengawal janji-janji Jokowi baik yang sudah maupun yang belum terealisasi.
"Dan juga mana yang sedang berjalan. Kita secara sadar memberi dukungan dengan cita cita perubahan bangsa Indonesia yang lebih baik ke depan," ujar dia.
Untuk kepentingan itu, imbuh Emi, JNIB merapikan organisasinya dan memperkuat wilayah yang langsung bersentuhan dengan rakyat sebagai basis penyebaran kampanye Jokowi periode kedua di seluruh Indonesia.
"Sehingga konsolidasi ini menjadi penting artinya bagi JNIB," pungkasnya.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
